1 dari 2 Ibu Hamil di Indonesia Tidak Cukup Gizi

(Ki-ka) Desi Hendradiani-Brand Manager SUN, Etyk Hartuti-Nutrition and Special Foods Division Medical Marketing Manager, Dr. Ekarini Aryasatiani, Sp. OG (K), Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, Dr. drg. Sandra Fikawati, MPH, Pemerhati Gizi Ibu dan Anak. (Foto : Ist)

SURABAYA | BIDIK – Asupan gizi ibu hamil akan menentukan asupan gizi yang diperoleh bayi dalam kandungan. Ibu yang sedang hamil harus sehat dan cukup gizi untuk memastikan tumbuh kembang janin berjalan optimal.

Susan Ernawati, Head of Marketing Indofood Nutrition and Special Foods menjelaskan, perlu disadari oleh calon ibu, gizi 1000 HPK dimulai sejak awal kehamilan. Data Riskesdas 2013 menunjukkan, satu dari dua ibu hamil di Indonesia tidak tercukupi kebutuhan gizinya.

“Padahal, gizi selama kehamilan menjadi salah satu faktor penting untuk kualitas fisik dan kecerdasan anak di masa depan. Kurangnya gizi pada masa kehamilan dapat menyebabkan risiko melahirkan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR),” ungkap Susan saat Seminar Gizi 2017 IKA AKZI bersama Indofood Nurition melalui SUN Ibu di hotel Ibis Jemursari, Jumat (30/9/2017).

Kembali merujuk Riskesdas 2013, lanjut Susan, persentase balita usia 0-59 bulan dengan BBLR mencapai 10,2%. Selain risiko BBLR, tidak terpenuhinya kebutuhan gizi selama kehamilan juga menjadi salah satu penyebab kematian bayi.

Sedangkan  Lilik Rosidah, SKM, M.Kes, pakar gizi menambahkan, berdasarkan survey BPS 2016, angka kematian bayi di Jatim mencapai 23,6%, sedangkan di Surabaya berkisar 19,5%.

“Padahal, mengacu pada target MDGs (2015) mencanangkan untuk menjaga angka kematian bayi sekitar 23 per 1000 kelahiran atau setara dengan 2,3%,” papar Lilik Rosidah.

Dr. Ekarini Aryasatiani, Sp. OG (K), Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan juga menambahkan, BBLR mencerminkan hasil perkembangan janin dan kecukupan gizi janin selama dalam kandungan. Bayi dikatakan BBLR, jika berat lahirnya kurang dari 2500g. Dampak BBLR membuat organ tubuh bayi dan fungsinya kurang sempurna, pertumbuhan lamban, kemampuan kecerdasan yang kurang, serta potensi bayi mengalami gangguan mental, fisik dan kesehatan.

“BBLR tidak hanya mempengaruhi kondisi bayi saat dilahirkan tetapi juga kesehatan bahkan kelangsungan hidupnya di masa depan,” ujarnya.

Sementara Dr. drg. Sandra Fikawati, MPH. Ahli Gizi Ibu dan Anak membeberkan, bahwa kecukupan energi dan zat besi yang baik selama kehamilan dapat bantu mencegah BBLR. Ibu hamil membutuhkan asupan zat gizi makro dan mikro.

“Zat gizi makro seperti energi dan protein berperan penting dalam proses metabolisme tubuh serta pembentukan plasenta dan organ janin. Sedangkan zat gizi mikro terutama zat besi, asam folat, asam lemak Omega 6 & 3, DHA, kalsium, vitamin dan serat, menjamin kehamilan yang sehat dan optimal.” pungkasnya. (hari)

Be the first to comment

Leave a Reply