Warek 3 Unila Selalu Siap Membuka Ruang Dialog Rumuskan Peraturan Lembaga Kemahasiswaan

Foto : Dokumentasi Bidik.co.id

“Saya berharap semua pihak dapat duduk bersama dahulu dalam sebuah ruang dialog sehingga tidak ada kesalah pahaman. Jadi, yang harus saya luruskan disini pertama kami membuat peraturan bukan keinginan warek 3 tetapi perintah Statuta ( Payung Hukum Universitas –red ) dan Statuta itu telah di setujui oleh senat dan mentri jadi peraturan ini bukan keinginan warek 3” Katanya.

Bidik.co.id – Bandar lampung, Pasca beredar informasi melalui selebaran dan informasi di lingkungan Universitas Lampung tentang adanya Peraturan Rektor Nomor 3 tahun 2017 tentang cara pemberian penghargaan dan sangsi kepada mahasiswa Universitas lampung .

Hal Tersebut dinilai sebagai sebuah bentuk pengekangan dan pembunuhan hak asasi mahasiswa untuk berekspresi dan berdaulat secara penuh yang menimbulkan kegelisahan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Lampung .

Meski Pada jum’at (28/9/2018) universitas lampung melalui wakil rektor bidang kemahasiswaan dan alumni Prof. Karomani, Msi,Telah menggelar diskusi bersama perwakilan mahasiswa untuk merumuskan peraturan lembaga kemahasiswaan.kegiatan yang di lakukan di ruang rapat lantai 4 rektorat unila tersebut di hadiri para wakil dekan bidang kemahasiswaan, Dosen FH Unila Rudy,SH.,LL.M.,LLD dan perwakilan lembaga kemahasiswaan.

Akan Tetapi pihak Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Lampung masih tetap saja Berasumsi pihak rektorat telah berbuat diskriminatif terhadap kebebasan mahasiswa dalam berorganisasi.

Sehingga Pihak Universitas Lampung melalui wakil rektor 3 bidang kemahasiswaan dan alumni Prof. Karomani, Msi, kembali berencana akan mengadakan dialog untuk Tetap merumuskan Peraturan Lembaga Kemahasiswaan.

Saat internlampungnews.com menghubungi wakil rektor 3 bidang kemahasiswaan dan alumni Prof. Karomani, Msi, Menilai ada sebuah kesalah pahaman yang menimbulkan sebuah disharmonisasi sementara semua pihak menginginkan adanya sebuah pencapaian harmonisasi di lingkungan Universitas Lampung antara Pihaknya Warek 3 dengan pihak Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Lampung.

Dalam penjelasannya beliau menjelaskan “Saya berharap semua pihak dapat duduk bersama dahulu dalam sebuah ruang dialog sehingga tidak ada kesalah pahaman. Jadi, yang harus saya luruskan disini pertama kami membuat peraturan bukan keinginan warek 3 tetapi perintah Statuta ( Payung Hukum Universitas –red ) dan Statuta itu telah di setujui oleh senat dan mentri jadi peraturan ini bukan keinginan warek 3” Katanya.

“hal Kedua yang harus saya sampaikan disini perintah statuta ingin mencerminkan kesetaraan di setiap lembaga kemahasiswaan agar bisa di yakini bahwa aturan kemahasiswaan yang di inginkan untuk kedepan di harapkan dapat menciptakan kesetaraan. Sehingga nantinya tidak ada dominasi antar lembaga Mahasiswa.

Seperti satu lembaga mahasiswa terhadap lembaga mahasiswa lainnya atau dengan kata lain tidak ada kelompok atau golongan yang bersifat mayoritas dan minoritas demi pencapaian Harmonisasi hubungan antar lembaga kemahasiswaan sehingga terbentuk sebuah keseimbangan, Keselarasan antar lembaga kemahasiswaan” Ujar Prof.Karomani,M.Si,.

Hal ketiga yang harus di ketahui oleh pihak lembaga kemahasiswaan adalah pembahasan proses peraturan ini bukan proses yang pendek tetapi ada sebuah tahapan proses yang panjang karna hingga saat ini pun proses pembahasan masih berlangsung dan kita tidak punya target sampai kapan proses Penjaringan Aspirasi ini selesai karna saya ingin mencari sebanyak-banyaknya aspirasi yang nantinya dapat di sepakati bersama.

sehingga diharapkan dalam proses penjaringan aspirasi ini yang di harapkan dapat menyerap aspirasi dari semua pihak lembaga kemahasiswaan dengan cara yang Humanis dan elegant yang agar kemudian nantinya benar benar merumuskan sebuah rumusan yang aspiratif dan inspiratif bagi semua pihak.

Jadi yang Perlu Saya Tegaskan Disini Proses Tahapan Pembahasan peraturan ini sampai saat ini masih dalam tahap Proses penjaringan aspirasi, dan tidak benar jika ada yang menganggap peraturan ini sudah berlaku dan sudah tidak bisa berubah lagi’.

Dalam pembuatan aturan ini saya sudah melalui tahapan mengundang, mengajak, membuka ruang besar untuk berdialog, berdiskusi agar lebih dewasa dalam berdemokrasi, sehingga saya mengganggap aneh ketika saya membuka ruang untuk berdiskusi tetapi sudah ada gerakan yang bersifat anomaly “ Tutup Prof.Karomani,M.Si,. (ad/bidik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *