Premanisme Perkosa Demokrasi Kampus

Bandar Lampung – Bidik, Pemira yang dijanjikan sebagai pesta demorasi kampus diwarnai aksi premanisme. Detik-detik terakhir pemungutan suara Fakuktas Tarbiyah dan Keguruan mampu menerbangkan kursi-kursi dan merobohkan tenda pemungutan suara pada hari Rabu, (28/11/2018).

Pesta demokrasi merupakan ajang bergensi para aktivis dan akademisi kampus. Hadir sebagai tamu tak diundang. Itulah kalimat yang pas ditujukan kepada preman pengacau pesta demokrasi.

Tidak terdata sebagai pemilih tetap, panitia maupun pengawas. Hadir dengan skenario mengacaukan pesta demokrasi demi kepentingan golongan, menjadi cerminan gagalnya proses kaderisasi yang menjanjikan kader intelektual. Trias Andika, seorang yang diketahui berstatus alumni mahasiswa UIN Lampung melancarkan aksi premanisme karena kepentingan golongannya (Paslon nomor urut 2).

Melancarkan aksi premanisme demi pencapaian tujuan bukan hal yang dibenarkan. Terlebih untuk golongan yang sengaja mengundang dengan skenario demi sebuah kemenangan.

“Perayaan pesta demokrasi hancur ulah mereka pemerkosa demokrasi, premanisme luar kampus,” Kata Abdur mahasiswa UIN yang geram akan aksi tersebut. (bidik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *