Diduga telah Terjadi Kejahatan Koorporatif, Puluhan Mahasiswa UNILA Tertipu

Hits: 42

bidik.co.id – Bandar lampung, Seperti yang diketahui Universitas Lampung (UNILA) merupakan sebuah Lembaga Pendidikan Tinggi Negri terkemuka di Provinsi Lampung sehingga menjadi sebuah kebanggaan ketika dinyatakan lulus tes seleksi penerimaan sebagai Mahasiswa di UNILA.

 

Meski Masa Penerimaaan Mahasiswa Baru Tahun ajaran 2013-2014 Universitas Lampung telah lama berlalu, Ternyata menyisakan Duka dan Cerita. Hingga berita ini diturunkan meski Disinyalir mahasiswa dan Mahasiswi yang merasa tertipu ini berjumlah puluhan orang tetapi hanya beberapa orang saja yang masih mencari Pertanggung Jawaban dan Keadilan.

 

Berdasarkan penyelusuran internlampungnews.com (Pelangi Lampung Nusantara Group) dari berbagai sumber yang dapat dipercaya dan alat bukti yang berhasil didapatkan Penipuan terhadap mahasiswa UNILA ini berawal dari masa Penerimaaan Mahasiswa Baru Tahun 2013-2014 yang lalu.

 

Pada saat mendaftarkan diri dan Pasca mengikuti tes Seleksi sebagai calon mahasiswa baru mereka yang rata – rata menjadi korban penipuan adalah Mahasiswa yang dinyatakan tidak lulus dalam seleksi berdasarkan pengumuman yang diumumkan secara terbuka dalam Situs Resmi yang diadakan UNILA secara online.

 

Ternyata, dibalik ketidak lulusan para mahasiswa dan mahasiswi tersebut dimanfaatkan oleh oknum yang mengaku dapat meluluskan calon Mahasiswa yang tidak lolos, melalui Jalur tertentu dengan catatan menyetorkan sejumlah uang dan si korban (Mahasiswa yang tidak lulus-Red) mau untuk menyepakati Pindah Fakultas Program Studi (Jurusan).

 

Gayung bersambut masing – masing pihak menyepakati kesemua perjanjian terkait dengan hal Administrasi, yang tentunya di benak para korban adalah ” Asal Dapat Berkuliah di Kampus Populer ” .

 

Pada awal masuk perkuliahan tidak ada satu pun hal yang mencurigakan, kesemuanya berjalan normal sebagaimana biasa, mengisi Formulir Permohonan KM ( Kartu Mahasiswa Plus), Mendapatkan Kartu Mahasiswa Beserta Nomor Pokok Mahasiswa, Memiliki Dosen Pembimbing Akademik, Kartu Rencana Studi dan Kartu Hasil Studi.

 

 

Dugaan penipuan terjadi dirasakan oleh para korban adalah saat ketika memasuki Penghujung Akhir Studi, korban merasa terheran ketika mendapatkan informasi dirinya tidak terdaftar alias teregistrasi.

 

Sehingga saat itu sang Korban Berinisiasi mengadukan perihal tersebut kepada orang yang di nilai dirinyalah yang bertanggung jawab terkait persoalan tersebut.

 

Sejak berita ini diterbitkan pihak Rektorat melalui Wakil Rektor 1 Prof. Dr. H. Bujang Rahman, M.Si menjelaskan terkait persoalan tersebut Saat dihubungi melalui Via Whatshap hanya menjawab singkat ” Saya akan telusuri terlebih dahulu di BAAK. Saya belum dpt laporan soal itu. Trims.” Balasnya.  Bersambung (Pelangi Lampung Nusantar Group/1/TIM)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *