Kombes Pol Z. Pandra Arsyad, Selain Ramah Kabid Humas yang Cinta Pariwisata dan Budaya

Hits: 1428

Bidik.co.id, Bandar Lampung – Siapa yang tidak mengenal Kombes Pol. Zahwani  Pandra Arsyad,SH.,M.Si yang juga Abang None Jakarta Pada tahun 1991 itu.

Pandra Arsyad memamaparkan kita harus Rendah hati, Bukan rendah diri, itulah Nasehat mendiyang orang Tua yang menjadi motivasi  sosok perwira menengah itu. Dan  Sayangilah Orang tua selama masih ada, Saya ditinggal Ayah saat berumur 12 Tahun, saya paham betul betapa beratnya perjuangan ibu setelah Ayah meninggal. Ibu saya baru meninggal 3 Juni lalu.

 

Kombes Pol. Pandra, ayah dari tiga orang anaknya, (Reizki Arsyad, Reyhan Arsyad, Reyza Arsyad) memiliki prinsip harus menghormati orang tua terutama sang ibu. Itu sebabnya, setiap kali dia berpindah kedudukan selalu meminta doa kepada ibunya. Dan  Dimana saya bekerja selalu mengedepankan disiplin kerja, namun saya tetap memahami dimana bumi di pijak disitu langit di junjung dan  Bahagiakan orang tua selama ia masih hidup,buatlah orang tua kita Bangga lanjut Mantan Kapolres Kepulauan Meranti. Bahagiakan orang tua selama ia masih hidup,buatlah orang tua kita Bangga lanjut Mantan Kapolres Kepulauan Meranti, Papar Pria berdarah Minang itu.

 

Ia pun menguasai  beberapa bahasa daerah dan Bahasa Asing, ia menyukai sejarah dan cinta pariwisata.” In syaa allah kedepan saya akan belajar memahami Bahasa Lampung”.

Sekalipun kini bertugas sebagai abdi negara, namun ia tetap berkiprah dalam dunia entertainment. Dari tahun 2011 hingga 2013, tetap dipercayakan membawa acara pembaca nominasi ‘abang none Jakarta’. Kedudukannya di ‘abang none Jakarta’ adalah salah satu pengurus dewan penasihat.

Pengalamannya sebagai mantan ‘abang none Jakarta’ itu membuatnya pernah juga aktif di dewan penasehat ‘Bujang Dara Riau’ yang juga sebagai posisi dewan penasihat. Beberapa karya seni yang Pandra ciptakan yaitu ‘Tarian zapin komando’ yang melibatkan unsur siswa, mahasiwa anggota Polri dan TNI saat di Riau.

Pria kelahiran Semarang, 30 Maret 1970 itu saat lomba mewakili dari wilayah Jakarta Timur ketika dirinya masih menjadi mahasiswa Universitas Pancasila Jakarta. Anak mantan anggota Polri ini, meraih gelar sarjana hukum tahun 1995. Usai kuliah, ternyata dia lebih memilih mengikuti jejak sang ayah menjadi anggota Polri, ketimbang terjun ke dunia entertainment.

Pada tahun 1996, inilah awalnya Pria berkumis itu mencoba ikut tes Polri lewat jalur sekolah polisi perwira atau dulunya lebih dikenal dengan sebutan Wamil. Begitu menjadi anggota Polri, suami dari Ny Fitriani, SH ini ditempatkan di bagian Reserse dan Intelijen Mabes Polri.

Pandra  termasuk perwira Polri yang sangat berprestasi di bidangnya. Itu sebabnya, pada tahun 1998-2000, melalui beasiwa Polri  melanjutkan pendidikan S2-nya di Universitas Indonesia. Dari kelulusannya itu sempat dipercaya mengemban  tugas di Direktorat Ekonomi Khusus di Mabes Polri. Untuk mendalami ilmu Reserse dan Intelijennya, Mabes Polri tahun 2001 memberikan kesempatan buatnya untuk menimba ilmu ke Amerika Serikat di FBI. Di sana ia menggali ilmu soal terorisme. Dan pada tahun 2004 mendapatkan kesempatan dari Mabes Polri untuk belajar ilmu Ekonomi di Hong Kong.

Dia juga adalah periwira yang pernah menjadi ajudan Kapolri Jenderal Sutanto dari tahun 2005 hingga 2008. Pengalaman menjadi ajudan orang nomor satu di jajaran Polri tentunya punya suka dan duka. Dia menyebutkan yang namanya tamu, berjibun ingin bertemu Kapolri.

Ia pun sempat menceritakan  pengalaman ketika menjadi ajudan Kapolri Jenderal Sutanto c saat berbincang dengan bidik.co.id, Saya ini Prosedural mengikuti Aturan yang ada, Papar mantan Kapolres Pertama Kepulauan Meranti Provinsi Riau itu.

Pada tahun 2009, Pandra pun lulus dalam Sespim. Tahun selanjutnya,  ditugaskan di Polda Riau sebagai kasubdin IV Bidang Keamanan dan Intelijen. Pengalaman sebagai mantan ‘abang none Jakarta’ Pandra dipercaya sebagai komandan Polisi Pariwisata di jajaran Polda Riau.

Dengan berbagai pengalamannya, pada 17 Agustus 2013, Pandra diberikan kepercayaan sebagai Kapolres Kepulauan Meranti, Riau. Polres Kepulauan Meranti merupakan Polres termuda di Riau ini setelah wilayah itu pisah dari kabupaten induknya, Bengkalis. Dengan sendirinya, maka Pandra Arsyad tercatat sebagai Kapolres Kepulauan Meranti pertama.

Pengalamannya yang pernah menjadi duta wisata selaku mantan ‘abang none Jakarta’ tersebut, Pandra Arsyad saat menjadi Kapolres mendengungkan hari imlek di wilayahnya. Saat itu Perayaan imlek ia kemas menjadi wisata kebudayaan para warga Tiong Hoa termasuk turis manca negara dari Singapura dan Malaysia.

Kota Selat Panjang yang berada di perairan Selat Malaka itu, penduduknya mayoritas Tiong Hoa. Sejak dia memimpin, kali pertama digelar acara Imlek selama enam hari enam malam  dan Alahamdullillah Lancar.

Zahwani Pandra Arsyad sebelum menjadi Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Lampung menggantikan Kombes Pol Sulistyaningsih. Pandra menjabat sebagai Kasubbagopinev Bagpenum Ropenmas Divhumas Mabes Polri.

Tertuang dalam surat telegram ST/830/KEP.2019 tanggal 14 Maret 2019. Sulistyaningsih sendiri akan menempati jabatan baru sebagai Kabid TIK Polda Lampung. Pria yanag Sanggat Ramah itu sering melakukan Kegiatan kemanusiaan rutin dengan mendonorkan darahnya ke mereka yang membutuhkan, Pandra lakukan sejak 1992 sampai sampai saat ini.

“Saya sudah melakukan donor darah sebanyak 105 kali dan kondisi kesehatan saya segar bugar,” ujarnya Pada Internlampungnews.com (Lampung Nusantara Group) Senin, 15 Juli 2019.

Karna rutinitas kemanusian tersebut pada tahun 2016 lalu, Pandra pernah mendapat piagam penghargaan dari Ketua Umum PMI Jusuf Kalla, karena telah menyumbangkan darah untuk kepentingan kemanusiaan sebanyak 105 kali. Pandra menuturkan, Kami ini diberikan Lambang Kewenangan, tapi jangan Sewenang – wenang. Karna tugas Pori sebagai pengayom dan Pelayan Masyarakat. Belum lama ini, yakni pada Kamis 7 Februari 2019, ia mendapatkan undangan istimewa dari Pemkab Kepulauan Meranti pada perhelatan event tahunan Festival Perang Air.

Ia Menerima penghargaan “The Man Behind The Scene of Cian Cui”. Sebab, berkat inisiatifnya, Dinas Pariwisata dan Olahraga Kepulauan Meranti dan Perhimpunan Hotel dan Restaurant Indonesia (PHRI), Festival Perang Air menjadi populer dan semakin banyak dikunjungi wisatawan mancanegara.

Berkat usahanya dalam mempromosikan pariwisata saat menjabat Kapolres Meranti. Salah satunya Festival Perang Air atau Cian Cui yang diadakan 7 hari 7 malam setiap Imlek di Kota Sagu tersebut.  Bersam Pemerintah daerah serta dirinya mempromosikan festival tersebut sampai ketingkat nasional maupun internasional. (bidik1)

.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *