Fantastis.. !! Diduga PT. BAROKAH Selewengkan Bantuan Pemerintah Non Tunai Rp.2,6 M Perbulan

Hits: 18

Bidik.co.id – Bandarlampung, Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang digulirkan oleh pemerintah pusat melalui kementerian sosial untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mulai desember tahun 2018 lalu.

Diwilayah Kecamatan Way Sulan Kabupaten Lampung Selatan terkesan mengabaikan Pedoman Umum dan poin-poin penting dalam proses pelaksanaan program.

Berdasarkan informasi dari sumber dugaan tersebut di perkuat adanya temuan serta berbagai kejanggalan dan diduga ada pihak-pihak tertentu yang sengaja mengambil keuntungan serta melakukan penyimpangan dana milik para KPM.

Dari jumlah saldo Rp.110.000; yang ada dalam Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dan Kartu Kombo yang diterima KPM setiap bulan sejak bulan desember tahun 2018 setiap transaksi tidak pernah ada tersisa sedikitpun dalam Kartu tersebut dan KPM tidak pernah mendapatkan penjelasan tentang harga dari beras dan telur yang mereka terima.

Hal yang Paling menonjol dari hasil temuan di lapangan ditemukan beras yang diterima warga didesa Mekar sari yang sudah dikemas dengan jumlah kurang lebih 8 kg kualitasnya terlihat sangat rendah, pada beras terlihat kotor berdedak, banyak menir (patah-patah), serta banyak terdapat padi yang masih utuh.

Menurut keterangan warga desa setempat yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, “beras jenis ini sekarang dipasaran harganya paling tinggi Rp.9000;/kg, kalau di pabrik (gilingan padi) sekitar Rp.8500;/kg, ucap warga penerima bantuan di desa Mekar sari, (27/8/2019).

Bukan hanya beras yang diduga berkualitas rendah, akan tetapi telur yang didistribusikan kepada KPM pun sudah dikemas dengan jumlahnya hanya 12 butir dan bila ditimbang diperkirakan beratnya hanya 3/4 kg atau tidak sampai 1 kg.

Terkait harga telur dipasaran desa setempat per Agustus 2019 harga eceran tertinggi diposisi Rp.24.000/kg dan harga dikandang diposisi Rp.21.000;/kg. Atas kejadian itu, Sekjen DPP LSM LANTAI (Lembaga Analisis Tranfaransi Independen) Lampung Timur, Firdaus NP yang sempat menyambangi Dinas Sosial Kabupaten Lampung Selatan untuk bertemu Koordinator Pendamping PKH Kabupaten pada rabu (28/8/2019) lalu menyampaikan, “analisa kami dilapangan terkait program BPNT di wilayah kecamatan Way sulan, tidak satupun kami temukan adanya e-warong, pendistribusian bahan pokok yang dijual kepada KPM dilakukan oleh Wardes dan BUMDES, dan itu perjanuari sudah dilarang pihak kementerian adanya campur tangan BUMDES atau Wardes, baik pengadaan maupun penjualan kepada KPM”, ungkap sumber.

“Dari segi harga yang tidak ada penjelasan kepada KPM, bahkan barang sudah dilakukan pengemasan dari Desember 2018 sampai Agustus ini, kami menduga ada pihak-pihak tertentu yang sengaja mengambil keuntungan besar dari penjualan kepada KPM dan melakukan praktek korupsi atas sisa belanja para KPM di Wardes maupun di BUMdes masing-masing desa, serta dugaan pungli oleh pihak BRI link yang direkom oleh pihak BRI untuk melakukan transaksi keuangan BPNT di wilayah kecamatan Way sulan.

Analisa kami dari segi harga Peragustus dengan mengambil sempel dari desa Mekar sari, jelas warga miskin sebagai KPM sangat dirugikan. Karena bila dijumlahkan nilai belanja KPM hanya dikisaran Rp.90.000;/bulan Agustus. Jadi mustinya ada sisa saldo pada kartu Kombo milik KPM, namun secara keseluruhan dari transaksi yang terjadi di Way sulan semua kartu Kombo selalu kosong setelah transaksi ditiap-tiap bulanya. Kemana sisa saldo mereka, siapa yang mengambil”, lanjutnya.

 

Atas dasar informasi dari warga masyarakat dibeberapa desa, Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK), beberapa kepala desa, pendamping PKH Se-Kecamatan Way Sulan, dan Kasisos Kecamatan, serta camat Way sulan pada Senin hingga rabu lalu, maka tim jurnalis dan Elemen lainya mendatangi Kantor Dinas Sosial Kabupaten Lampung Selatan untuk bertemu Koordinator Pendamping PKH Kabupaten, Salasi pada rabu (28/8/2019) lalu.

Kepada tim jurnalis dan LSM, Salasi tegas menyatakan, “penyaluran atau pendistribusian barang kepada KPM oleh BUMDes (*/Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *