Ada Apa Dengan Sidang Anggota Dewan Bangkalan Cabul..?

Kasmu, oknum DPRD Bangkalan yang terjerat kasus cabul.
Kasmu, oknum DPRD Bangkalan yang terjerat kasus cabul.
Kasmu, oknum DPRD Bangkalan yang terjerat kasus cabul.

BIDIK.CO.ID – Sidang dugaan pencabulan anak tiri dengan terdakwa oknum anggota DPRD Bangkalan, Kasmu, rupanya makin rancuh. Tersiar kabar, jika ia sudah bebas dari hukum meski sebelumnya dituntut 7,5 tahun penjara.

Namun demikian, meski jadwal persidangan yang terpampang dalam situs resmi Pengadilan Negeri (PN) Surabaya sudah tertulis putusan sejak 17 Desember tahun lalu, hingga kini semua pihak malah menjawab kompak, kasus tersebut belum putus.

Dari situs resmi PN Surabaya, didapati jadwal persidangan dimulai sejak tanggal 10 September 2015 dengan agenda pembacaan dakwaan. Sejak 17 September hingga 28 Oktober 2015, sidang digelar dengan agenda menghadirkan saksi-saksi.

Setelah agenda saksi, selama sidang dengan agenda tuntutan, dalam jadwal tertulis ada 5 kali agenda tuntutan. Hal ini dapat dimaknai, jika agenda tersebut sempat tertunda selama jumlah tersebut. Setidaknya, itu terjadi pada tanggal 11 November hingga 10 Desember 2015. Setelah itu, pada 17 Desember pada tahun yang sama, tertulis agenda putusan. Namun, beda dengan agenda tuntutan, pada agenda putusan hingga Rabu (23/3) ini, jadwal tersebut sudah tidak ada kelanjutannya. Hal ini tentu saja menimbulkan asumsi, jika pada 17 Desember lalu, kasus ini sudah memasuki agenda putusan.

Dikonfirmasi terkait dengan hal ini, Ketua Majelis Hakim kasus ini, Musa Nur Aini langsung membantahnya. Ia menyatakan, kasus ini masih belum putus. Namun, ia mengaku lupa, apa agenda sidang selanjutnya dalam kasus ini. “Saya lupa agendanya apa. Tapi belum putus kok,” ujarnya.

Sayangnya, kuasa hukum Kasmu, Abdul Malik, hingga berita ini diturunkan tidak dapat dihubungi. Nomor ponsel 0813575977xx miliknya, tidak dapat tersambung. Namun dalam konfirmasi sebelumnya, Malik mengakui jika sidang tersebut masih mengagendakan duplik. “Belum putus, masih duplik,” ujarnya pekan lalu.

Seperti diketahui, kasus yang menyeret KSM ini sempat membuat heboh Surabaya.  Sebab, ia ditangkap Tim Cobra dan Sub Detasemen Gegana Anti Teror Polda Jatim di Hotel Oval pada 2 Pebaruari 2015. Penggerebekan menggunakan senjata lengkap itu dilakukan karena polisi menduga bahwa dia adalah otak penembakan terhadap aktivis Bangkalan Mathur Khusairi.

Saat digerebek, dia sedang bersama KA, anak tirinya di dalam sebuah kamar hotel. Karena itulah, ia langsung ditangani penyidik dari Subdit Remaja, Wanita, dan Anak-anak Ditreskrimum Polda Jatim. (eno)

 

Be the first to comment

Leave a Reply