Anggota Koramil Driyorejo Rajin Turun Komsos

Babinsa Cangkir bersama Kades turun dan ngobrol dengan warga di warung kop

GRESIK.  BIDIK.  Sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan kota Surabaya, selain daerah industri dengan berbagai pabrik dan gudang, juga masyarakat petani, hal demikian membuat para Babinsa di Driyorejo Rajin mendatangi warganya untuk giat komsos sekaligus cipta kondisi lingkungan, seperti yang terlihat Kamis (2/11) tadi.

Babinsa Cangkir Serda Ustakaulis bersama Kades Cangkir Karno mendatangi masyarakat warganya yang kebetulan asyik ” jagong” di salah satu warung kopi,
Warga yang kebetulan didatangi Kades dan Babinsa ini awalnya merasa segan dan mau bubar, namun karena suasana dialog kecil ini semakin ” gayeng” maka ada beberapa orang yang sampai habis beberapa gelas,
Karena di daerah pabrikan, maka ketika ditanya soal penghuni kost kosan apa sudah terdata oleh RT setempat ? Apakah ada kost kosan yang bujangan cowok sementara kamar sebelahnya kamar bujangan cewek ? Apakah ada pendatang yang tidak melapor ke masing masing RT setempat?  Apakah ada pendatang yang menyebarkan faham yang dirasa asing oleh warga setempat ? Karena warga tidak merasa di interogasi, tetapi diajak ngobrol santai, maka jagongan semakin gayeng,

“Kalau ada pendatang baru dan menyebarkan faham yang asing atau tidak biasa berlaku di kawasan masyarakat ini, mohon segera lapor dan menghubungi pak Kades dan juga Babinsa,” jelas Serda Ustakaulis.

Sementara Babinsa Karangan dong Serka Tri Pitono bersama Serka Mustakim mendatangi warga desanya yang kebetulan bekerja di sawah dan saat istirahat makan siang di gubug, pembicaraan mulai seputar tanaman di musim panas, serta  aneka permasalahan dimasyarakat yang muncul, dan juga berharap para petani meski usia antara 40-50, namun harus tetap rajin membaca buku yang berhubungan dengan budidaya tanaman, juga soal mengolah tanah agar menghasilkan lebih banyak lagi,” Ini saya bawa buku dan majalah yang berhubungan dengan bercocok tanam, silahkan di baca, dan pengetahuan itu juga bisa di dapat dari melihat siaran televisi yang membahas pertanian, atau diskusi dengan petani yang sudah berhasil,” tegas Serka Tri Pitono. ( Ali)

Be the first to comment

Leave a Reply