Animator Kota Malang Tembus Pasar Global

Terus berkarya walaupun minim apresiasi di tingkat lokal.

Suasana kerja di studio Engon Animasi (foto: bima)

MALANG | BIDIK – Industri kreatif kota Malang dalam beberapa tahun terakhir terus menggeliat dan menghasilkan prestasi yang membanggakan. Engon Animation adalah salah satu studio yang relatif baru di lansekap industri animasi, tetapi prestasi yang dicapai tak bisa dipandang sebelah mata. Dalam dua tahun berdirinya, studio Engon melalui karya mereka “Zlo, The Great Runner” berhasil menjadi 10 besar finalis dalam Cinema XXI Short Film Festival di Jakarta. Studio Engon Animasi juga menghasilkan beberapa karya berupa film pendek yang mereka unggah dalam channel YouTube mereka.

Selain film pendek, Engon juga terlibat dalam produksi film animasi terkenal seperti Kiko, Sonic Boom dan beberpa film lain yang belum tayang. Film tersebut merupakan pesanan dari studio luar negeri.

Eeng Ahmadi, pendiri Studio Engon Animasi, mengatakan bahwa mereka mendapatkan pesanan tersebut karena ada studio luar negeri yang melihat karya mereka dan juga dari jaringan animator nasional. “saya pernah bekerja di sebuah studio animasi di daerah Batam, dari sana kami berkenalan dengan orang-orang animasi yang akhirnya menjadi sebuah jaringan yang saling mendukung.” ujarnya saat ditemui di studio Engon di daerah Sawojajar (20/11).

Salah satu animator di studio Engon Animasi
Salah satu animator di studio Engon Animasi

Eeng juga mengatakan jika studionya sampai saat ini belum pernah mendapatkan bantuan dari Pemkot Malang walaupun Engon Animasi sudah menjadi bagian dari komunitas industri kreatif yang digagas Pemkot Malang beberapa tahun yang lalu.

“belum pernah ada bantuan dari pemkot, kami sepenuhnya swadaya. Dulu pernah ada fasilitas dari Dinas Perindustrian berupa ruang bersama untuk editing, tapi kami tidak pernah menggunakan karena komputer disana tidak sesuai dengan spesifikasi untuk editing animasi, under-speck istilahnya, dan sekarang ruang itu entah kemana, sepertinya sudah dibongkar” ujarnya.

Proyek pengerjaan pesanan dari studio luar negeri tersebut berupa kontrak pengerjaan sebagian kerja animasi seperti modelling, tekstur, dan coloring. Model pesanan seperti ini bisa dikatakan sebagai transaksi B to B (business to business) atau studio lokal sebagai vendor yang mengerjakan beberapa detail saja, bukan keseluruhan film. (bima)

Be the first to comment

Leave a Reply