Area Parkir Dokar Wisata Kota Batu Terhalang PKL

Area Parkir Dokar Wisata di sekitar Alun-Alun Kota Batu. Para kusir dokar wisata mengeluhkan keberadaan PKL yang mempersulit akses keluar masuk dokar saat akan melintasi area parkir dokar

Kota Batu|BIDIK–Keberadaan pedagang kaki lima (PKL) di sekitaran alun-alun tidak hanya menimbulkan kesemrawutan lalu lintas di seputaran jantung Kota Batu terutama pada saat akhir pekan. Keberatan akan keberadaan ‘bunga trotoar’ pun turut dirasakan oleh para kusir dokar yang tergabung dalam paguyuban kusir dokar wisata Kota Batu. Ada sebanyak 28 kusir dokar yang tergabung dalam paguyuban tersebut.

Menurut para kusir, mereka sulit mengendalikan kuda saat akan keluar ataupun akan masuk ke parkiran dokar yang disediakan Pemkot Batu karena akses keluar-masuk terhalang oleh para penjaja dagangan. Terutama pada saat akhir pekan dimana area alun-alun membludak dengan kendaraan pengunjung sehingga menyulitkan par kusir saat akan melintas keluar-masuk area parkir dokar.

“Kadang-kadang kuda ada yang takut dengan payung-payung punya PKL. Kaget pas kuda lewat tiba-tiba payungnya dibuka. Sulit dikendalikan kalo sudah kaget,” ungkap Mochamad Budiono, Ketua Paguyuban Kusir Dokar Wisata saat beristirahat di atas dokar miliknya yabg terparkir di area parkir dokar tepat di sebelah barat alun-alun Kota Batu pada Minggu siang (13/8).

Keluhan para kusir telah didengar oleh Dinas Pariwisata Kota Batu. Kasie Promosi Dinas Pariwisata, Caterina Diana sempat mengatakan bahwa Dinas Pariwisata berencana akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan instansi terkait, termasuk jika lokasi parkir dokar dialihkan lokasinya.
“Bapak kepala dinas akan koordinasi dulu perihal area parkir dokar,” ujar Kasie Promosi dan Kerjasama Dinas Pariwisata, Caterina Diana.

Namun Budiono selaku ketua paguyuban lebih memilih area parkir di sekitar alun-alun yang selama ini ditempatinya bersama para kusir-kusir dokar wisata lainnya. Dari pada berpindah ke lokasi baru, Budi yang sejak tahun 1988 telah mengendalikan tali kekang kuda, lebih menyarankan agar area tersebut bisa steril dari keberadaan para PKL.

“Kalau dipindah tempatnya tidak memenuhi syarat dan wisatawannya tidak tahu, ya gak jalan juga,” seru pria alumnus Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya Malang itu.

Pemkot Batu sendiri telah memiliki program yang telah berjalan selama empat tahun agar dapat memberdayakan kusir-kusir dokar wisata melalui pemberian insentif tiap bulan sebesar Rp. 1 juta rupiah bagi masing-masing kusir.

Sebelumnya pelaksanaan awal program insentif kusir dokar berada di bawah kendali bidang pengembangan sumber daya manusia pariwisata Dinas Pariwisata dan kini beralih di bawah kendali bidang promosi dan pemasaran pariwisata Dinas Pariwisata.

Dengan insentif senilai Rp. 1 juta yang diterima kusir per bulannya, Pemkot Batu ingin memanjakan para wisatawan yang hendak berkeliling di kawasan alun-alun dengan menaiki dokar secara gratis. Fasilitas naik dokar gratis berlaku pada hari Senin hingga Jum’at sejak pukul 08.00-11.00 WIB. Untuk memberikan sensasi kepuasan wisatawan. Bentuk apresiasi lebih, kami ingin memanjakan para wisatawan yang berkunjung,” tukas Caterina Diana.

Agar program naik dokar gratis dapat diketahui secara massif, utamanya bagi kalangan pelancong, Dinas Pariwisata berancang-ancang menerbitkan voucher yang akan dititipkan di tiap-tiap hotel di Kota Batu.

“Promosi ini nanti akan bekerjasama dengan hotel agar voucher naik dokar gratis bisa diberikan kepada tamu hotel,” ungkap dia.
Mewakili kusir dokar wisata, Budiono merasa terbantu dengan pemberian insentif dari Pemkot Batu. Insentif yang diterima para kusir dokar wisata bisa dipergunakan untuk memperbaiki sekaligus memperindah dokar yang selama ini menjadi penopang kebutuhan hidup para kusir.
“Yang dulunya kurang nyaman sekarang bisa diperbaiki sekaligus diperindah dengan aksesoris kuda maupun dokar. Ini bel saja bisa harganya tembus lima juta,” kata Budiono.

Sebelumnya pada saat penyerahan insentif kepada 28 kusir dokar wisata di Balaikota Among Tani pada Rabu pekan lalu (9/8), ada wacana pelatihan bagi para kusir-kusir dokar untuk dicetak sebagai pemandu wisata. Wacana program tersebut merupakan usulan dari  Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSPTR) Kota Batu dengan melibatkan Dinas Pariwisata Kota Batu.

“Dengan begitu ada tawaran pelatihan pemandu wisata kepada kusir dokar untuk. Rencananya nanti akan diajak observasi lapang ke Yogyakarta,” cetus Caterina. (Didid)

Be the first to comment

Leave a Reply