Banyuwangi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Desa melalui BUMDes

Zen Kostolani

BANYUWANGI|BIDIK, Keberadaan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) mampu mendorong pertumbuhan perekonomian masyarakat desa. Di tahun 2017, penyertaan modal Bumdes di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur mencapai angka Rp 5 Miliar.

Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Banyuwangi mencatat, ada 125 desa yang telah mendirikan Bumdes dengan berbagai jenis bidang usaha. Ditargetkan, pada tahun 2018 seluruh desa akan memiliki Bumdes.

Plt Kepada DPMD Banyuwangi, Zen Kostolani menyatakan, saat ini ada 64 desa yang belum merampungkan persyaratan pendirian Bumdes. Namun Zen optimis tahun depan seluruh desa di Banyuwangi akan memiliki Bumdes.

“Keberadaan Bumdes sangat penting untuk mendorong pertumbuhan perekonomian desa. Selain bisa memenuhi kebutuhan masyarakat, Bumdes juga mampu memfasilitasi pemasaran produk unggulan yang dimiliki setiap desa,” jelas Zen.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat DPMD Banyuwangi, Heru Eko Wahyudi menyampaikan, penyertaan modal Bumdes tahun ini naik 45 Persen dibanding tahun 2016.

Pendirian Bumdes disetiap desa diharapkan mampu menambah pendapatan asli desa (PAD) dan membuka lapangan pekerjaan.

Selain itu, lanjut Heru, Bumdes mampu menjembatani program-program pemerintah yang disalurkan ke desa-desa.
Salah satu contoh adalah sinergi antara Bumdes dengan Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) dalam hal distribusi bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.

Ada lima jenis komoditas yang di distribusikan Perum Bulog melalui Bumdes, yakni beras, minyak goreng, gula, tepung terigu, dan bawang putih. Komoditas bahan pokok ini dinilai paling banyak dibutuhkan masyarakat sekaligus rentan terhadap fluktuasi harga.

Salah satu Bumdes yang telah menjalin sinergi dengan Bulog adalah Bumdes Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro. Kepala Desa Ketapang Slamet Kasihono mengatakan, sinergi antara Bumdes dengan Bulog direspon positif oleh masyarakat.

”Bahkan kami sudah tiga kali repeat order ke Bulog senilai puluhan juta rupiah. Kami juga bersinergi saat ada operasi pasar cabai beberapa waktu lalu,” ungkapnya.

Kedepan, Bumdes Ketapang akan mengembangkan sinergi itu dengan membentuk Rumah Pangan Kita (RPK) disetiap dusun.(nng)

Be the first to comment

Leave a Reply