Benci Orangnya, Jangan Benci Suku dan Agamanya

Basuki Tjahaja Purnama

 PRO KONTRA | BIDIK – Penistaan agama yang dilakukan Basuki Cahaya Purnama yang dikenal dengan panggilan Ahok, hingga saat ini masih menjadi bola liar yang dapat lari kemana-mana serta dapat menimbulkan konflik etnis maupun agama.

Pancasila sebagai dasar negara yang menjamin perbedaan, seharusnya  dapat menjadi resep menyelesaikan persoalan Ahok, Ancaman konflik dapat terjadi kapanpun dimanapun.

Harapan lain, agar konflik SARA tidak terjadi dalam kasus Ahok adalah penegakan hukum secara adil, tentunya menjadi pijakannya.Rasa keadilan tanpa harus mengorbankan yang benar menjadi salah dan yang salah menjadi benar.

Karena dimana pun dalam kehidupan, rasa keadilan itu yang paling hakiki dan dibutuhkan seluruh umat, karena tidak adanya rasa keadilan menjadi pemicu konflik. Walaupun rasa keadilan itu sendiri tidak dapat memuaskan semua pihak.

Minimal posisikan hukum sesuai dengan rasa keadilan, Apalagi dengan proses persidangan Ahok sekarang ini, Apapun nantinya putusan hakim, tentu akan berdampak terhadap situasi politik dan keamanan.

Seharusnya Pancasila sebagai dasar menyelesaikan semua perbedaan  itupun tidak dapat menyelesaikan, Hal ini dikarenakan penghayatan dalam bermasyarakat dari sila-sila yang ada dalam dasar negara,  Kita harus akui pemahaman, penghayatan dan pengamal Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara hanya sekedar kebutuhan untuk berpidato .

Berangkat dari kasus Ahok yang hingga saat ini masih menjadi bara api yang dapat membakar NKRI,Mari kita mencoba berfikir yang paling sederhana dan mudah untuk menciptakan rasa persatuan dan menghindari konflik SARA, yaitu dengan cara berfikir ” Benci Orangnya, Jangan Membenci Suku dan Agamanya’’.

Dalam kehidupan , benci dengan seseorang itu pasti terjadi,entah dikarenakan berbagai hal, Diperumpamakan kita benci Ahok dengan berbagai tingkah polanya, Namun kita tidak dibenarkan membenci etnis serta agamanya. Karena semua yang diperbuat serta dituduhkan Ahok sekarang ini tidak mewakili etnis dan agamanya .

Apa yang diperbuat Ahok sekarang menjadi tanggung jawab pribadinya, bukan etnis dan agamanya, itulah yang selalu menjadi pemicu persoalan-persoalan SARA. (Imron Abdullah Saleh)

 

Be the first to comment

Leave a Reply