Bos Empire Palace Mulai Dipanggil Penyidik Polda Jatim

 

Buntut Laporan Dugaan Pidana Keterangan Palsu Dalam Akta Otentik

SURABAYA|BIDIK – Hotman Paris Hutapea, kuasa hukum Trisulowati Jusuf alias Chinchin mengungkapkan bahwa laporan polisi yang dibuat kliennya di Kepolisian Daerah Jawa Timur sudah ada perkembangan.

“Sesuai jadwal yang sudah ditentukan, salah satu terlapor, yaitu Gunawan Angka Widjaja pada Jumat (17/3/2017) besok dipanggil penyidik untuk dimintai keterangannya,” terang Hotman di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (15/3/2017).

Lanjut Hotman, Gunawan dipanggil kapasitasnya sebagai saksi terlapor atas dugaan tindak pidana memberikan dan menggunakan keterangan palsu dalam akta otentik, yang pihaknya laporkan di Mapolda Jatim pada Januari 2017 lalu.

“Dipanggil sebagai salah satu terlapor. Soal statusnya saksi lalu naik menjadi yang lainnya, kita belum tahu. Kita serahkan ke penyidik,” lanjut Hotman.

Terpisah, Kabid Humas Polda Jatim, Kombespol Frans Barung Mangera membenarkan keterangan Hotman tersebut.

“Sesuai jadwal memang ada pemanggilan terhadap Gunawan pada Jumat mendatang. Namun hal itu bisa berubah, bisa saja tidak datang karena sakit atau lainnya. Kita lihat saja apakah dia datang atau tidak,,” ujar Frans saat dikonfirmasi BIDIK, Rabu (15/3/2017).

Ia juga menambahkan, bahwa kasus ini bertautan. “Si suami melapor ke Polrestabes Surabaya dan istrinya melapor ke Polda Jatim. Nanti kita bakal sinkronkan hasil pemeriksaan penyidik Polrestabes dengan hasil penyidikan kita. Jadi penyidik ini melakukan kewajibannya sesuai undang-undang, apabila ada yang melapor, kita bakal tindak lanjuti,” tambah mantan Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan ini.

Sebelumnya, tak hanya Gunawan, berdasarkan laporan polisi bernomor LPB/100/I/2017/UM/SPKT POLDA JATIM dan LPB/101/I/2017/UM/SPKT POLDA JATIM, Chinchin juga melaporkan enam orang yang diduga terlibat dalam konspirasi tindak pidana memasukan dan menggunakan keterangan palsu dalam akta otentik, sesuai pasal 266 ayat 1 jo 266 ayat 2 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama tujuh tahun penjara.

Enam orang yang turut dilaporkan itu adalah :

  1. Edward Suharto Joyo Santoso, pengacara keluarga yang diangkat menjadi komisaris PT Blauran Cahaya Mulia (BCN) dan PT Dipta Wimala Bahagia (DWB.
  2. Saud Usman Nasution, Purnawirawan Perwira Tinggi Polri yang diangkat menjadi komisaris.

  3. Budi Santosa, Staf Empire Palace yang diangkat menjadi Direktur.

  4. Soegiarto Angka Widjaja, adik Gunawan yang diangkat sebagai Direktur.

  5. Rachmat Suharto, anak Edward yang diangkat menjadi Direktur.

  6. Teguh Suharto Utomo, pengacara Gunawan.

Laporan ini berawal dari digelarnya Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dua perseroan diatas oleh pihak Gunawan Cs pada 1 September 2016 lalu.

Menurut Hotman, tak hanya satu poin, terdapat beberapa poin keterangan palsu yang dimasukan pihak Gunawan Cs kedalam akta yang dibuat didepan notaris Wachid Hasyim terkait pemecatan Chinchin sebagain Direktur di PT BCM dan PT DWB dan posisi kepengurusan perseroan diganti oleh keenam orang diatas.

“Salah satu contoh poin, oleh para terlapor, selama menjabat sebagai Direktur, klien saya dituding tidak membayar angsuran dan bunga selama dua bulan kepada bank BTN sebesar Rp 7,8 miliar dan BCA sebesar Rp 600 juta. Padahal keterangan yang dimasukan kedalam akta notaris itu tidak benar dan dijadikan alasan untuk memecat klien saya secara tidak hormat. Kenyataan yang sebenarnya adalah PT BCM tidak mempunyai hutang ke BCA dan selama menjabat sebagai Direktur sebelum dilaporkan ke polisi oleh Gunawan, klien saya secara rutim membayar bunga beserta pokok pinjaman pada BTN. Dan masih banyak poin-poin keterangan diduga palsu yang dimasukan dan digunakan oleh para terlapor,” ungkap Hotman.

Berita ini belum terverifikasi secara lengkap. Hingga berita ini selesai ditulis, Teguh Suharto Utomo, kuasa hukum Gunawan belum menjawab klarifikasi yang dikirimkan BIDIK melalui selulernya, 08133334****. (riz/eno)
Foto: Trisuloawati Jusuf alias Chinchin didampingi tim penasehat hukumnya saat membuat laporan polisi di SPKT Mapolda Jatim pada 24 Januari 2017 lalu. Henoch Kurniawan

Be the first to comment

Leave a Reply