Ciptakan Santripreneur, BI Launching Inkubator Bisnis Pesantren

bi-pesantrenSURABAYA, BIDIK.CO.ID – Besarnya potensi kapasitas perekonomian yang dimiliki oleh Pondok Pesantren (Ponpes) melalui kepemilikannya pada tanah yang luas dan produktif, berkembangnya teknologi, serta banyaknya jumlah santri mendorong kapabilitas pesantren untuk mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

Namun, saat ini tidak sedikit ponpes yang belum sepenuhnya menyadari adanya potensi ekonomi yang dapat dioptimalkan. Karena itu, Bank Indonesia (BI) Jatim melakukan launching program inkubator bisnis pesantren berbasis syariah yang bertempat di ponpes Sunan Drajat yang diikuti oleh 17 Ponpes se Jatim.

Kepala Perwakilan BI Jatim, Benny Siswanto bersama KH. Abdul Ghofur, Pimpinan Ponpes Sunan Drajat, KH. Salahuddin Wahid, Pimpinan PonpesTebuireng dan KH. Hasib Wahab Hasbullah, Pimpinan Ponpes Bahrul Ulum menandatangani Pokok-Pokok Kesepakatan tentang Program Inkubator Bisnis Pesantren Berbasis Syariah yang disaksikan Wagub Jatim Saifullah Yusuf dan Wakil Bupati Lamongan, Hj Kartika Hidayati.

Pokok-Pokok Kesepakatan tentang Program Inkubator Bisnis Pesantren Berbasis Syariah bertujuan memperkuat koordinasi, komunikasi dan sinergisitas dalam melaksanakan program inkubator bisnis pesantren berbasis syariah. Mendukung adanya peningkatan kesadaran, pengetahuan, dan motivasi para santri, alumni dan masyarakat, baik yang berada lingkungan pondok pesantren maupun masyarakat umum, dalam berwirausaha.

Membangun dan memperkuat basis, jaringan, dan keterkaitan bisnis antar pesantren, terutama yang berada di Jatim. Memberikan kontribusi terhadap penciptaan wirausaha dari kalangan alumni santri dan masyarakat yang berada di lingkungan ponpes. Mengembangkan rekomendasi kebijakan strategis yang dapat mendukung terakselerasinya pengembangan kewirausahaan di ponpes.

Benny memaparkan, program inkubator bisnis merupakan salah satu upaya nyata untuk merealisasikan potensi bisnis pesantren. Sehingga implementasi ekonomi syariah dapat diterapkan masyarakat Jatim.

Inkubator bisnis merupakan tempat yang secara khusus ditujukan untuk mendukung kelahiran hingga pengembangan bisnis baru melalui serangkaian bimbingan, pelatihan, jaringan profesional, dan bantuan dalam mengelola sekaligus memfasilitasi perolehan sumber keuangan.

Program dirancang BI Jatim secara tematik dengan mengambil 3 tema, yaitu keuangan mikro syariah, agrobisnis, dan perdagangan/jasa. Ketiga tema ini diharapkan dapat mewakili sebagian besar dari potensi yang dimiliki oleh ponpes. Program akan berlangsung selama 3 tahun, yang dilaksanakan bersama dengan tim pendamping yang berasal dari Unair dan ITS.

BI bersama 17 ponpes berkomitmen untuk mengembangkan ekonomi dan keungan syariah khususnya di Jatim. Hasil kajian yang dilakukan BI menunjukkan bahwa dari 17 pondok pesantren mitra strategis pengembangan ekonomi syariah, 6 diantaranya (35,29%) dinilai sudah memiliki bisnis yang baik dengan aset yang besar.

Karena itu, dalam launching Inkubator Bisnis, terdapat 3 ponpes yang menjadi pilot project, yaitu Bahrul Ulum dengan tema Keuangan Mikro Syariah, Sunan Drajat dengan tema Agrobisnis, dan Tebu Ireng dengan tema Perdagangan/Jasa.

BI Jatim mengharapkan program inkubator bisnis pesantren di Jatim dapat terlaksana secara optimal dan sukses, sehingga dapat direplikasi pada ponpes lainnya. Hal ini merupakan upaya nyata BI untuk menciptakan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang menyentuh sektor riil & keuangan secara seimbang, menciptakan ribuan santripreneur, dan ke depan dapat mengembalikan peran pesantren sebagai lembaga pemberdayaan ekonomi masyarakat. (Harry)

Foto : Benny Siswanto dan Gus Ipul saat melakukan Launching Inkubator Bisnis di Ponpes Sunan Drajat Lamongan.

Be the first to comment

Leave a Reply