CNI Rilis Produk Sabun Pakaian Bayi

SC88 Laundry Detergent

Detergen CNI aman untuk bayi

SURABAYA | BIDIK – Bayi yang baru lahir rentan kondisi fisiknya. Dibutuhkan perawatan khusus yang tepat untuk menjaga kesehatan serta tumbuh kembang bayi. Salah satu masalah yang kerap di alami bayi dan balita adalah alergi.

Alergi adalah reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap zat asing yang dihirup, disuntikkan, tertelan, atau tersentuh. Alergi timbul bila ada pemicunya. Penyebab alergi pada bayi dan balita bermacam-macam, yang sering dikeluhkan adalah alergi atau gatal pada kulit.

Banyak faktor penyebab bayi terkena alergi di kulit. Salah satunya faktor deterjen atau sabun pencuci pakaian. Jika terlihat kulit bayi memerah, iritasi, dan timbul ruam setelah memakai pakaian yang baru saja dicuci, bisa jadi dia alergi terhadap deterjen yang dipakai untuk mencuci pakaian. Kandungan sabun, parfum, dan pemutih dalam deterjen yang mengendap pada pakaian memang menjadi salah satu penyebabnya.

Merawat dan mencuci pakaian bayi tidak bisa sembarangan, karena kulit bayi lebih sensitif dibanding orang dewasa. Menjaga kebersihan badan dan pakaian bayi memang penting, namun perhatikan juga saat memilih deterjen. Pastikan mencuci dulu pakaian, popok, selimut, hingga sprei sebelum bayi memakainya. Bahan kimia deterjen yang tertinggal pada proses pencucian pakaian bisa menyebabkan iritasi pada kulit.

Head of Product Marketing PT CNI Chendra Tirto menjelaskan, bayi yang terserang gatal-gatal atau eksem di kulit bisa menyebar ke seluruh tubuh. Karena bayi membutuhkan deterjen khusus untuk pakaian yang ia kenakan, terutama yang memiliki kulit sensitif.

“Bagi bayi yang tidak memiliki keluhan, dapat menggunakan deterjen yang sama digunakan untuk mencuci pakaian anggota keluarga di rumah. Namun, sebelum mencuci, lakukan uji coba pada satu baju dahulu untuk melihat apakah ada reaksi alergi atau tidak,” ungkapnya, Jumat (24/11/2017).

Chendra menganjurkan untuk menghindari deterjen yang menggunakan bahan tambahan atau filler, karena justru dapat menyebabkan iritasi pada kulit bayi. “Cara mengetahui adanya filler dalam deterjen, perhatikan jika air keruh dan ada sisa-sisa deterjen yang mengendap atau tidak larut ke dalam air. Hasil residu yang tidak larut itulah filler. Filler dapat masuk meresap ke sela-sela pakaian bayi dan mengendap.

Bahaya filler selain menyebabkan gatal dan eksim, juga membuat baju bayi cepat lapuk, robek dan pudar. Hindari juga penggunaan pemutih atau deterjen yang mengandung pemutih. Pilihlah deterjen yang dapat menghilangkan bakteri yang mungkin bisa menempel pada pakaian bayi. Sebab, pakaian bayi yang kotor rentan ditempel bakteri E.Coli, S. Tyhposa dan S. Aureus.

“SC88 Laundry Detergent, aman dan pas untuk pakaian bayi. SC88 Laundry Detergent merupakan pilihan tepat untuk mencuci pakaian bayi. Dapat bersihnya, tidak untuk alerginya,” kata Chendra.

Dia menambahkan, SC88 Laundry Detergent tidak mengandung filler, sehingga tidak membuat iritasi kulit. Juga merupakan detergent konsentrat dengan kandungan bahan aktif 90%, dan efektif bersihkan noda kotoran yang menempel di baju bayi.

“Kandungan oxygen bleach pada SC88 Laundry Detergent  mampu memecah kotoran yang menempel di dalam pakaian. SC88 Laundry Detergent juga dilengkapi MOF yang bisa menghilangkan bakteri serta jamur di pakaian. Juga mengandung triple enzym (lipase, celulase, protease), sehingga tidak perlu khawatir untuk noda makanan yang sulit dan menempel pada pakaian bayi,“ tutup Chendra. (hari)

Be the first to comment

Leave a Reply