Dinas PU Pengairan Prioritaskan Pengendalian Sampah Sungai Menuju Pantai Wisata

Dinas PU Pengairan Prioritaskan Pengendalian Sampah Sungai Menuju Pantai Wisata. (nanang)

BANYUWANGI|BIDIK- Di Banyuwangi ada sekitar lima belas sungai besar menuju muara yang menjadi prioritas Dinas PU Pengairan Banyuwangi dalam rangka pengendalian sampah.

Pantai kotor dikarenakan sampah dari sungai atau muara yang tidak terjaga, karena itu beberapa muara yang berpotensi menimbulkan sampah menuju ke pantai wisata akan diprioritaskan.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas PU Pengairan Banyuwangi, Guntur Priambodo usai menghadiri acara Festival Kali Bersih di DAM Durrahman, Desa Badean Kecamatan Kabat, Sabtu (08/04).

“Kita akan identifikasi sampah yang mengalir ke hilir, dan itu akan kita prioritaskan,” ucap Guntur.

Ditambahkan Guntur, ada sekitar 166 sungai di Banyuwangi, yang terdiri dari berbagai jenis sungai kecil hingga sungai yang besar. Jumlah 166 sungai itu, tidak semuanya akan dipasang jaring.

“Kalau sampahnya tidak ada, masak kita perlu pasang jaring di 166 sungai itu, kita hanya akan pasang jaring yang berpotensi ke pantai wisata,” terangnya.

Sebagai salah satu contoh, lanjut Guntur, di wisata syari’ah pantai Pulau Santen, untuk mengurangi beban sampah kearah muara ada tiga sungai yang akan dipasang jaring yaitu Kali Sobo tiga jaring,  Kali Bagong dua jaring dan Kali Lo sepuluh jaring.

“Kali Lo akan jadi prioritas utama kita, karena salah satu sungai yang mengaliri wilayah kota Banyuwangi, kita usahakan Kali Lo bisa bersih seperti keluar dari sumbernya,” ungkap Guntur.

Selain itu, sungai yang mengaliri wilayah Kecamatan Blimbingsari juga masuk prioritas. “Blimbingsari juga  masuk prioritas karena ikon kita (Banyuwangi) kan Blimbingsari, karena disana ada bandara dan juga pantai wisata,” tandasnya.

Guntur berharap, wilayah sungai yang berpotensi sampah paling banyak seperti di Kecamatan Muncar, yaitu Kali mati, dan Kali Tratas.

“Kita akui di sana paling banyak sampah yang dibuang ke sungai, selain kurangnya kesadaran masyarakat, limbah pabrik juga banyak juga banyak yang dibuang kesungai,” pungkasnya. (nang)

 

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply