Dirut BPJS Ketenagakerjaan Minta Pejabat Daerah Dukung Program Jaminan Sosial

(SAAT RESMIKAN GEDUNG BARU BPJS KETENAGAKERJAAN MADIUN)

Agus Susanto dan Abdul Cholik (tengah) Saat foto dengan seluruh pegawai BPJS Ketenagakerjaan Cabang Madiun. (Foto : hari)

MADIUN | BIDIK – Kini, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Madiun memiliki gedung operasional baru yang berlokasi di Jl Mayjen DI Panjaitan No.10 Madiun, Jatim.

Diharapkan, dengan gedung baru tersebut, seluruh pekerja terus berupaya untuk meningkatkan pelayanan, termasuk infrastruktur kantor yang dimiliki. “Kami akan terus berupaya untuk menyediakan kantor pelayanan dengan fasilitas yang lengkap, nyaman, informatif dan dilayani dengan sumber daya manusia yang handal dan professional,” ungkap Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto, Rabu (9/8/2017).

Ditambahkan Agus, dengan adanya gedung kantor baru di Kota Madiun ini, dapat memberikan suasana dan semangat baru untuk pegawai dalam upayanya menjalankan tugas meningkatkan kepesertaan dan memberikan pelayanan prima, mengingat potensi yang ada di area operasional cabang Madiun cukup tinggi.

“Saat ini layanan BPJS Ketenagakerjaan telah tersebar di 11 kantor wilayah, 103 kantor cabang dan 203 kantor cabang perintis. BPJS Ketenagakerjaan juga sudah menjangkau 70 persen kota dan kabupaten di seluruh Indonesia,” kata Agus.

Dirut BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto (depan kiri) didampingi Wakil Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto (depan kanan), Kakanwil BPJS Ketenagakerjaan Jatim Abdul Cholik (kiri belakang) dan Kakacab BPJS Ketenagakerjaan Madiun Edy Suryono (kanan belakang) saat meninjau ruangan gedung baru operasional BPJS Ketenagakerjaan Madiun, Jatim, Rabu (9/8/2017). (Foto : hari)
Dirut BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto (depan kiri) didampingi Wakil Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto (depan kanan), Kakanwil BPJS Ketenagakerjaan Jatim Abdul Cholik (kiri belakang) dan Kakacab BPJS Ketenagakerjaan Madiun Edy Suryono (kanan belakang) saat meninjau ruangan gedung baru operasional BPJS Ketenagakerjaan Madiun, Jatim, Rabu (9/8/2017). (Foto : hari)

Untuk kepesertaan, lanjut Agus, hingga saat ini sudah tercatat 48 juta orang peserta di BPJS Ketenagakerjaan. Dari jumlah tersebut peserta aktif sebanyak 23,8 juta orang. “Kami menargetkan, sampai akhir 2017, jumlah peserta aktif mencapai 25,2 juta orang tenaga kerja. Dan dari jumlah peserta sebanyak itu, total dana yang terkumpul mencapai Rp 3 triliun. Tentunya kami terus lakukan pembaharuan, baik itu infrastruktur guna mendukung operasional, juga kepegawaian. Karena itu perlu dilakukan penambahan kantor baru,” katanya.

Agus juga berharap, para pejabat di daerah dapat memberikan dukungan dan kerjasama untuk mensukseskan program jaminan sosial ketenagakerjaan. “Kami minta suport para pejabat di daerah, karena kerja BPJS Ketenagakerjaan ini tidak mencari untung, tapi menjalankan program negara ” tuturnya.

Sementara Kakacab BPJS Ketenagakerjaan Madiun, Edy Suryono memaparkan, pencapaian kepesertaan perusahaan aktif hingga Juli, Kacab Madiun berhasil mencapai 4.303 perusahaan, yakni 99% dari target 2017. Dan untuk tenaga kerja aktif mencapai 76.789 atau 82% dari target yang telah ditentukan.

Untuk iuran, dengan target iuran pekerja Penerima Upah (PU) sebesar Rp 71,431 miliar, saat ini pencapaian sudah berada diposisi 59%. Dan untuk iuran pekerja Bukan Penerima Upah (BPU) dengan target Rp 2,30 miliar, 14% telah tercapai.

“Hingga Juli 2017, kami telah membayarkan klaim dengan total Rp 38,47 miliar untuk 5.117 pengajuan klaim, yang terdiri dari Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) Rp 2,813 miliar (194 kasus), Jaminan Hari Tua (JHT) Rp 35,34 miliar (4.776 kasus), Jaminan Pensiun (JP) Rp 372 Juta (272 kasus) dan Jaminan Kematian (JKM) Rp1,2 miliar (91 kasus),” tutur Edy.

Dalam peresmian itu juga dihadiri Wakil Walikota Madiun, H. Sugeng Rismiyanto, Kakanwil BPJS Ketenagakerjaan Jatim, Abdul Cholik, seluruh Kakacab BPJS Ketenagakerjaan se Kanwil Jatim serta pejabat daerah setempat. (hari)

Be the first to comment

Leave a Reply