Palindi Candra, Mohammad Abdul Choliq, Lusi Suryadi Candra, Ervina Varia Ningsih, dan Ani Komalasari (dari kiri ke kanan) saat menjalani persidangan di PN Surabaya, Selasa (19/12/2017). Henoch Kurniawan

Disidang Kilat, Lima Terdakwa Kompak Ajukan Surat Rehabilitasi

SURABAYA|BIDIK – Lima terdakwa kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu menjalani persidangan kilat di Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (18/12/2017). Pada sidang kali ini kelima terdakwa kompak mengajukan surat rehabilitasi ke majelis hakim.

Kelima terdakwa dalam kasus ini diantaranya, Palindi Candra alias Lendi, Mohammad Abdul Choliq, Lusi Suryadi Candra, Ervina Varia Ningsih, dan Ani Komalasari. Sidang perdana ini diawali dengan pembacaan surat dakwaan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Irene Ulfa.

“Bahwa terdakwa Palindi Candra bersama dengan terdakwa Mohhamad Abdul Choliq, terdakwa Lusi Suryadi Candra, terdakwa Ervina Varia Ningsih dan terdakwa Ani Komalasari alias Marta pada Agustus 2017 di dalam kamar Apartemen Verwood melakukan permufakatan jahat melakukan tindak pidana narkotika dan prekursor menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli narkotika golongan satu jenis sabu,” ujar jaksa Irene.

Atas perbuatannya, jaksa Irene menjerat kelima terdakwa dengan Pasal 114 ayat 1 jo pasal 132 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Usai surat dakwaan dibacakan, jaksa Irene lantas menghadirkan Havid Kurniawan, anggota Satreskoba Polrestabes Surabaya untuk diperiksa saksi di persidangan.

Dihadapan majelis hakim yang diketuai Sifa’urosidin, Havid menceritakan bagaimana kronologis penangkapan kelima terdakwa. “Awalnya kami menangkap lebih dulu Palindi Candra dan Mohhamad Abdul Choliq di depan lobi Apartemen Verwood. Dari keterangan keduanya, saya dan tim akhirnya menangkap tiga terdakwa lainnya di kamar 1803 Apartemen Verwood,” katanya.

Dari penggerebekan pesta sabu itulah, Havid dkk berhasil menyita barang bukti dua poket sabu dan alat hisap sabu. Havid menyebut bahwa barang bukti sabu yang disitanya hendak dipakai sendiri oleh para terdakwa. “Hasil tes urine positif semua,” bebernya kepada hakim Sifa.

Usai pemeriksaan saksi, sidang langsung dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan terdakwa. Duduk di kursi pesakitan, kelima terdakwa ini kompak mengaku sebagai pemakai sabu. Bahkan untuk menguatkan alibinya, kelima terdakwa mengajukan surat rehabilitasi dari dr Arifin, dokter Rutan Klas I Surabaya (Rutan Medaeng).

Saat anggota majelis hakim Agus Hamzah mencecar pertanyaan perihal surat rehabilitasi tersebut, kelima terdakwa tampak gelagapan. “Riwayat medis keluar kapan? Diperiksa berapa kali? Ditangkap kapan?” tanya hakim Agus kepada para terdakwa.

Atas pertanyaan tersebut, terdakwa Palindi mengaku bahwa surat rehabilitasi yang diterbitkan dr Arifin keluar pada Juni 2017. “Saya diperiksa dua kali, ditangkap pada Agustus 2017,” jawabnya.

Tak hanya itu, kelima terdakwa juga mengaku sudah lama mengkonsumsi barang haram tersebut. Namun baru kali ini ditangkap anggota kepolisian. “Pekerjaan saya penyanyi. Sebenarnya saya sudah 2 tahun pakai sabu. Saya pakai sabu untuk menambah stamina,” kata terdakwa Ervina Varia Ningsih.

Atas perbuatannya, terdakwa berparas cantik ini sempat mendapat wejangan dari hakim Sifa. “Kamu perempuan kok keluar malam-malam. Apalagi kamu belum bersuami. Saya saja yang sudah punya istri kalau keluar malam selalu ditanyai istri saya. Mau kemana, mau ngapain,” kata hakim Sifa kepada terdakwa Ervina. (eno)

Post Author: bidik

Leave a Reply