DPRD Jatim Kecam Aksi Kekerasan Terhadap Dokter di Sampang

Dr.benjamin Kristianto Mars Anggota Komisi A DPRD Jatim. (rofik)

SURABAYA|BIDIK – DPRD Jatim prihatin dengan aksi kekerasan yang dilakukan oleh Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kab. Sampang Abdullah Hidayat kepada dokter intership, Sulis Sulit. Meskipun kasusnya sudah selesai, namun paling tidak kejadian jangan terjadi kembali.

Anggota Komisi A DPRD Jatim, dr Benyamin Kristianto menegaskan jika dalam aturannya disetiap rumah sakit faskes (fasilitas kesehatan) atau puskesmas semua memiliki SOP (standar operasional prosedur). Dan dibeberapa Unit gawat darurat (UGD) mengunakan sistem trias. Dimana disana ada warna hijau, merah hingga hitam.

“Artinya jika ada pasien yang datang hanya sakit pilek saja, maka dia bisa dimasukan dalam standar hijau artinya penanagannya tidak terlalu emergency. Terkecuali ada pasien meski dia datang terakhir, namun kondisinya gawat, maka dia masuk status hitam dan segera mendapat pertolongan,” tegas pria yang juga politisi dari Gerindra ini, Senin (6/11).

Karenanya, dalam menangani pasien, seorang dokter sudah memiliki SOP. Sebaliknya, jika ada pasien dan keluarga pasien tidak terima dalam penanganan dokter, mereka bisa melayangkan protes ke rumah sakit atau ke IDI (Ikatan Dokter Indonesia). Bukan sebaliknya melakukan tindak kekerasan yang itu justru merugikan dia sendiri yang akan maju dalam Cawabup Sampang dan dokter yang menanganinya.

“Apalagi dokter itu perempuan. Hal itu memang sangat disayangkan. Dimana seorang tokoh masyarakat memberikan contoh yang lebih baik. Kedepannya, harapan kami tidak ada lagi ada kekerasan. Sementara untuk permintaan maaf harus dipublikasikan, hal ini sebagai antisipasi kejadian ini tidak terjadi kembali di kemudian hari,” lanjutnya.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi A DPRD Jatim, Miftahul Ulum mengatakan Indonesia sebagai negara hukum, seseorang tidak bisa main sendiri. Apalagi seorang tokoh atau ditokohkan harus bisa menjaga diri, karena tokoh menjadi panutan. Sebaliknya, kalau yang bersangkutan tidak bisa menjaga diri, maka orang bertanya tokoh macam seperti apa dia.

“Profesi dokter perlu dihormati karena punya mekanisme dan SOP sendiri-sendiri. Kalu tidak memuaskan tidak perlu kekerasan, dan bisa klarifikasi ke rumah sakit atau IDI Jatim,” ujarnya.

Seperti diketahui, Abdulah Hidayat melalui Bupati Sampang Fadhilah Budiono telah menjedi mediasi antara pihak rumah sakit dan dr Sulis dalam kasus kekerasan ini secara kekeluargaan. Seiring dengan itu, Fadhilah mengakui pelayanan di RSU lemah. Dia minta kepada Kadis Kesehatan Sampang, Firman Pria Abadi untuk membuatkan suart ke manajemen RSUD diperbarui.(fik)

Be the first to comment

Leave a Reply