DPRD Tantang Kajari Surabaya Soal Jasmas

Vinsensius Awey.

SURABAYA|BIDIK – Kabar soal pul data dan penerbitan Sprindik II yang disampaikan Kajari Surabaya Didik Farkhan terkait kasus dugaan penyimpangan dana hibah tahun 2013, 2014 dan 2016 yang berasal dari Jaring Aspirasi Masyarakat (Jasmas) anggota DPRD Surabaya, ditanggapi tegas oleh Vinsensius Awey.

Anggota komisi C DPRD Surabaya ini berpandangan, bahwa pernyataan Kejari Surabaya soal dugaan penyimpangan dana hibah di beberapa media, sebaiknya segera ditindaklanjuti secara tuntas.

“Aparat penegak hukum harus bisa membuktikannya. Jangan hanya sekedar wacana atau menakut – nakuti karena hal ini bisa menjadi pembunuhan karakter dewan,” ucapnya. Rabu (9/8/2017)

Karena menurut politisi partai Nasdem ini, jika dilihat dari sejak awal proses pengajuan dana hibah sampai kucurannya, sesungguhnya tidak ada satupun akses yang memungkinkan dewan intervensi maupun menerima kucuran dana tsb.

Namun, lanjut Awey, kalau benar dikemudian hari ada anggota dewan yang dinyatakan terlibat secara meyakinkan, maka silahkan diproses hukum secara tuntas agar dikemudian hari tidak lagi mengulangi perbuatan tersebut.

“Ini menjadi pembelajaran bagi anggota dewan maupun masyarakat pada umumnya untuk tidak mengambil sesuatu yang bukan haknya” tegasnya.(topan)

Be the first to comment

Leave a Reply