Ekonomi Jatim Tumbuh 5,03 Persen

Kepala BPS Jatim

SURABAYA | BIDIK – Trieulan II/2017 (Y-ON-Y), ekonomi Jatim tumbuh 5,03 persen lebih baik dibanding nasional yang tumbuh 5,01 persen. Pertumbuhan ekonomi Jatim termasuk cukup baik di tengah ekonomi Global yang masih lesu.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Teguh Pramono menjelaskan, pertumbuhan triwulan II/2017 jika dibanding periode yang sama 2016 (y-on-y) melambat sebesar 5,64 persen

“Pertumbuhan terjadi pada beberapa lapangan usaha, kecuali kategori pertanian, kehutanan, dan perikanan, kategori pengadaan listrik, gas serta kategori administrasi pemerintah, pertahanan dan jaminan sosial wajib  yang mengalami kontraksi masing-masing 0,42 persen, 4,77 persen, dan 0,12 persen,” ungkap Teguh, Senin (7/8/2027).

Pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum 10,44 persen, diikuti pertambangan dan penggalian 8,43 persen, dan konstruksi sebesar 7,07 persen. Struktur perekonomian Jawa Timur menurut lapangan usaha triwulan II-2017 didominasi oleh tiga lapangan usaha utama, yaitu Industri pengolahan 28,93 persen; perdagangan besar-eceran dan reparasi mobil-sepeda motor 18,19 persen, dan pertanian, kehutanan dan perikanan 14,07 persen.

Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhannya, lapangan usaha industri pengolahan memiliki sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 1,38 persen, diikuti perdagangan besar dan Eceran, dan reparasi mobil dan sepeda Motor sebesar 1,19 persen; serta konstruksi tumbuh sebesar 0,61 persen. Dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Impor Luar Negeri sebesar 8,61 persen, sedangkan terendah Komponen Ekspor Luar Negeri  (-18,81 persen).

“Sementara ekonomi Jatim triwulan II-2017 mengalami pertumbuhan 3,17 persen dibanding triwulan sebelumnya (q-to-q). Dari sisi produksi, pertumbuhan ini didukung oleh hampir semua lapangan usaha tumbuh positif kecuali kategori pengadaan listrik, gas yang terkontraksi sebesar 3,57 persen. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan yang tumbuh sebesar 5,41 persen,” ucap Teguh.

Perekonomian Jatim triwulan II-2017 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 496,94 triliun, sedangkan PDRB atas dasar harga konstan mencapai Rp 367,34 triliun.

Struktur PDRB Jatim menurut pengeluaran atas dasar harga berlaku triwulan II-2017 tidak menunjukkan perubahan yang berarti. Aktivitas permintaan akhir masih didominasi oleh komponen pengeluaran konsumsi rumahtangga yang mencapai lebih dari separuh PDRB Jatim 59,93 persen.

Selain pengeluaran konsumsi rumah tangga,  komponen lain yang memiliki peranan besar terhadap PDRB Jatim berturut-turut adalah Pembentukan Modal terbatas PMTB 27,95 persen,  impor Luar negeri 16,67 persen, ekspor luar Negeri 13,73 persen, pengeluaran konsumsi pemerintah 5,55 persen,  Net ekspor antar daerah 7,00 persen, perubahan inventori  1,30 persen dan pengeluaran ponsumsi Lembaga Non Profit yang Melayani Rumahtanga (LNPRT) relatif kecil 1,19 persen. (hari)

Be the first to comment

Leave a Reply