Festival Paralayang, Promosikan Wisata Kota Batu Hingga Mancanegara

Walikota Batu, Eddy Rumpoko menabuh alat musik jimbe usai meresmikan pembukaan "Batu International Tourism Paragliding Festival 2017" di gedung Graha Pancasila, Balaikota Among Tani Kota Batu

Kota Batu|BIDIK–Enam negara tetangga berpartisipasi memeriahkan event “Batu International Tourism Paragliding Festival 2017”. Sebanyak 71 atlet dalam negeri dan 14 atlet luar negeri beratraksi menunjukkan skillnya di ketinggian mengarungi angin dengan parasut. Perwakilan negara tetangga yang beratraksi dalam gelaran ini di antaranya, Jepang, Jerman, Prancis, Korea Selatan, Thailand, India.
Festival Paralayang yang digelar pada 27 Juli hingga 30 Juli 2017 akan dipusatkan di Gunung Banyak sebagai lokasi take off para atlet, sementara titik pendaratan (landing) berada di Lapangan Songgomaruto, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, Kota Batu.
Event yang digelar oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batu dipercaya sebagai ajang promosi pariwisata Kota Batu hingga tingkat internasional. Dalam ajang tersebut penilaian dibagi dalam empat kelas yang dilombakan, yakni ketepatan mendarat (accuracy), jarak jauh (cross country), festival dan fun fly.
Saat gelar gala dinner dan pembukaan resmi event olahraga dirgantara tersebut pada Kamis malam (27/7), Walikota Batu, Eddy Rumpoko mengatakan atlet yang telah diseleksi untuk mengikuti event tersebut.
“Para atlet memiliki spirit dan kemampuan luar biasa. Event ini sulit didapat karena sangat spesial,” tukas Eddy Rumpoko pada gala dinner sekaligus pembukaan resmi festival paralayang bertaraf internasional di Graha Pancasila, Balaikota Among Tani, Kota Batu (27/7).
Dirinya juga berpesan, sebagai tuan rumah harus mampu memberikan rasa nyaman dan menyenangkan bagi para peserta festival, khususnya atlet mancanegara. Ia berharap festival paralayang yang diselenggarakan kali ini bisa dipercaya sehingga dapat melibatkan atlet nasional bahkan atlet berkaliber internasional.
“Berikan pelayanan yang optimal serta utamakan keselamatan para atlet. Momen ini menjadi tolak ukur menyelenggrakan event berstandart internasional,” sambung Eddy.
Menurut Eddy, olahraga paralayang yang berada di Gunung Banyak merupakan aset berharga Kota Batu dibidang olahraga dirgantara. Di hadapan Ketua KONI Batu, Zainul Arifin yang turut hadir saat itu, Walikota Batu, Eddy Rumpoko berpesan agar pemerintah harus memberikan atensi lebih, khususnya KONi Kota Batu.
“Kami ingin serius karena tidak semua daerah memiliki atlet paralayang. Selain dektor pertanian dan wisata, Kota Batu dikenal juga sebagai lokasi olahraga paralayang. Kami ingin bersaing melampaui daerah-daerah lainnya,” tandas dia.
Sementara itu, Komandan Pangkalan Udara Militer, Marsekal Pertama TNI Julexi Tambayong dalam keterangan tertulisnya menuturkan olahraha paralayang menyajikan nuansa ilmu pengetahuan dan rekreatif. Namun sisi lainnya, keselamtan merupakan acuan utama.
“Event olahraga ini mengandung nilai-nilai positif, selain mengukur kemampuan atlet juga untuk membudayakan olahraga dirgantara,” seru Julexi Tambayong dalam keterangan tertulisnya. (Didid)

Be the first to comment

Leave a Reply