FH Ubaya Sosialisasikan Perubahan UU Merek

ubaya 1

Cegah Pemalsuan Merek

SURABAYA|BIDIK – Laboratorium Hukum Keperdataan Fakultas Hukum Universitas Surabaya (Ubaya) didukung Indonesia Intellectual Property Alumni Association (IIPAA) gelar Seminar Nasional tentang “Perlindungan Merek Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 Tentang Merek Dan Indikasi Geografis”.

Seminar Nasional Perlindungan Merek ini digelar, Kamis (23/3/2017) di Gedung Perpustakaan lt. 5 Kampus Tenggilis Ubaya Jalan Raya Kalirungkut Surabaya.

Seminar ini bertujuan agar masyarakat mengetahui perubahan Undang Undang merek dari UU No. 15 Tahun 2001 menjadi UU no 20 Tahun 2016, mengetahui mengenai pentingnya perlindungan atas merek melalui pendaftaran dan pendaftaran yang saat ini bisa dilakukan secara online melalui konsultan HKI atau lembaga yang mendapat ijin, serta menginfokan kepada masyarakat mengenai pelanggaran atas merek terutama merek terkenal.

Seminar yang diikuti oleh pihak-pihak akademisi maupun praktisi ini agar masyarakat tahu tentang hal-hal baru setelah adanya perubahan UU, antara lain perubahan pendaftaran yang sudah bisa dilakukan secara online.

Banyaknya kasus peniruan merek dan pemalsuan merek sering terjadi di Indonesia, sehingga UU merek menjadi penting, yaitu untuk melindungi merek-merek yang terdaftar.

Seminar yang dimoderatori oleh Irta Windra Syahrial, S.H., M.S., Manajer Sentra HKI Ubaya ini mendatangkan beberapa pembicara yang berpengalaman.

Yaitu dari Direktur Merek dan Indikasi Geografik, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Kementrian Hukum dan HAM RI, Fathlurachman, S.H., M.M. yang menjadi salah satu pembicara dalam seminar ini dan berbicara tentang Pokok-Pokok Amandemen Undang-Undang Merek.

Selain itu Prof. Dr. Insan Budi Maulana, S.H., LL.M, pakar di bidang HKI sekaligus dosen di beberapa kampus terkemuka dan pengacara yang berbicara mengenai positif negatif perlindungan merek berdasarkan UU merek No. 20 tahun 2016.

Berikutnya Prof. Dr. Rahmi Jened, S.H., M.H. Guru Besar Unair yang juga berbicara tentang problematika merek terkenal.

“Melalui seminar ini, diharapkan masyarakat terutama yang memiliki merek bisa lebih mengerti dan tahu tentang hal-hal baru seputar merek dan perlindungan merek,” ungkap Irta Windra Syahrial. (hari)

Teks Foto : Para pembicara dalam Seminar Nasional tentang “Perlindungan Merek Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 Tentang Merek Dan Indikasi Geografis” di Gedung Perpustakaan lt. 5 Kampus Tenggilis Ubaya Jalan Raya Kalirungkut Surabaya, Kamis (23/3/2017).

Be the first to comment

Leave a Reply