Gandakan Kunci, Gara-Gara Pacar Tak Mampu Bayar Kontrakan

OL pencurian laptop

Keterlibatan Cewek Penjaga Toko Dalam Pencurian

SURABAYA|BIDIK– M Rifai (38) warga Nyamplungan Kuburan, terdakwa perkara penadahan laptop hasil curian, kembali didudukan di kursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, guna menjalani lanjutan agenda sidang perkara ini.

Sidang di ruang Candra PN Surabaya digelar dengan agenda mendengarkan keterangan saksi, Selasa 7 Maret 2017.

Yang menarik dalam sidang yang digelar oleh majelis hakim yang diketuai Jihad Arkanudin ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Siska dari Kejari Tanjung Perak Surabaya menghadirkan dua terdakwa yang berkaitan dalam perkara ini sebagai saksi.

Dua saksi sekaligus terdakwa (berkas terpisah, red) itu adalah Ismail Marzuki dan Zsa Zsa Tristania. Dua nama tersebut merupakan sepasang kekasih yang kompak melakukan pencurian.

Dalam keterangannya, dua saksi ini mengakui bahwa setelah mereka mendapatkan laptop hasil curian, selanjutnya menawarkan ke terdakwa M Rifai seharga Rp 1,4 juta.

Karena dinilai murah, oleh terdakwa laptop tersebut akhirnya dibeli. “Rencananya saya beli laptop itu untuk dipakai anak saya pak hakim. Saya memang tidak menanyakan riwayat barang saat mau beli, meski harganya dibawah pasaran,” ujar terdakwa.

Didepan hakim, saksi Ismail mengaku bahwa dirinyalah yang mendorong pacarnya tersebut bekerjasama dalam upaya pencurian.

Dalam dakwaan jaksa, diceritakan perkara ini berawal pencurian laptop yang dilakukan Ismail Marzuki dan Zsa Zsa Tristania pada 16 Desember 2016 lalu. Pencurian dilakukan pada toko Vivo Jelly yang terletak di lantai I tahap I Pasar Atom Surabaya.

“Keterlibatan saksi Zsa-Zsa ialah mengandakan kunci toko yang selanjutnya kunci tersebut digunakan oleh Ismail untuk menguras isi toko. Zsa-Zsa adalah mantan pegawai toko yang menjadi sasaran atau tempat pencurian,” ujar jaksa Siska.

Masih kata jaksa, Zsa-Zsa yang masih berusia 19 tahun itu, terpaksa ikut bersengkongkol membantu Ismail, beralasan dirinya merasa kasihan karena pacarnya itu tidak mempunyai uang untuk bayar kontrakan.

Atas perbuatannya, oleh jaksa, terdakwa M Rifai dijerat pasal 480 KUHP tentang penadahan barang curian. Sedangkan dua terdakwa lain Ismail Marzuki dan Zsa-Zsa Tristania dijerat pasal 363 tebtabg pencurian.

Sidang dilanjutkan pekan depan dengan agenda tuntutan yang dibacakan oleh pihak jaksa. (eno)

Foto: Ketiga terdakwa sesaat usai jalani sidang di PN Surabaya. Henoch Kurniawan

Be the first to comment

Leave a Reply