Geldboom Eatery Plaza, Tongkrongan Baru Bernuansa Kontainer

Bangunan Geldboom Eatery Plaza yang mayoritas menggunakan tumpukan kontainer.

SURABAYA | BIDIK –  Kreatif dan inovatif, itulah yang selalu ada dibenak Ferrando Wahyudi, anak muda Surabaya, pemilik Geldboom Eatery Plaza, sebuah tempat tongkrongan baru bernuansa kontainer.

Kalau selama ini biasa kita jumpai banyak tumpukan kontainer di pelabuhan. Tapi di kawasan Merr, tepatnya di jl Kalijudan Merr 89 Dr.Ir.Soekarno, tumpukan kontainer dengan ukuran besar disulap Ferrando menjadi gedung 3 lantai.

Geldboom adalah kawasan food container plaza, di mana bangunan tanah seluas 5.500 meter persegi ini menggunakan bekas kontainer 6 feed – 40 feed sebagai stand-stand bagi para tenant. Sehingga konsep kontainer untuk penjual makanan, minuman, jajanan dan aneka kebutuhan lainnya itu terintegrasi dalam satu gedung.

Bangunan Geldboom Eatery Plaza minim menggunakan batu bata. Hanya rangka besi dengan kaca-kaca penutup gedung untuk memberikan kesan terang dan terbuka. Sementara untuk membatasi antara penyewa yang satu dengan yang lain adalah kontainer.

“Sejak kami launching seminggu lalu, sudah ada sebanyak 30 tenant jajanan, makanan khas Jawa Timuran, minuman, potong rambut hingga sekolah kecantikan yang sudah bergabung, semuanya ada di sini,” ungkap pria lulusan Amerika ini saat Anniversary 6th media online beritalima.com pekan lalu.

Ferrando Wahyudi, pemilik dan kreator Geldboom Eatery Plaza
Ferrando Wahyudi, pemilik dan kreator Geldboom Eatery Plaza

Sedangkan ide mendirikan bangunan mayoritas dari kontainer, Ferrando mengaku terinspirasi dari mainan semasa kecilnya, yaitu Lego. “dari kecil saya penggemar Lego dan saya menjadi penjual Lego di Amerika saat masih kuliah. Salah satu Lego yang saya susun, saya membayangkan itu adalah sebuah gedung ata bangunan yang suatu saat saya bisa wujudkan,” ujar anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Sieprobo Wahyudi dan Feni Indrawati Sukimin ini.

Dan mimpi itu, dia wujudkan saat pulang ke Indonesia. Kantornya pun dibuat menyerupai bangunan Lego yang dulu dia susun. “Sulit mewujudkan mimpi itu. Tapi, karena keinginan dan kemauan akhirnya berhasil,” ungkap Ferrando yang enggan menyebutkan berapa investasi menciptakan bangunan berkonsep kontainer.

Walau terkesan mewah dan mahal, Ferrando ingin merubah anggapan tersebut. Terbukti  para tenant yang ada di dalam Geldboom Eatery Plaza adalah para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). “Saya jamin, tenant yang ada di Geldboom ini semuanya berkualitas. Apalagi ada kuliner luar negeri yang selama ini hanya bisa dinikmati di restoran mewah atau hotel berbintang, bisa dinikmati di sini, tentu saja dengan harga terjangkau,” ucapnya sembari memberi alasan
menggandeng UMKM, karena kualitas produknya bagus.

Kedepan, pria kelahiran Surabaya, 5 Juni 1988 ini optimis, Geldboom akan menjadi jujukan anak-anak muda dan keluarga. Juga para komunitas yang ingin menggelar event ulang tahun, forum diskusi, launching produk dan sebagainya. ” Kami menyediakan ruangan khusus di lantai 3 yang bisa menampung 100 -150 orang,” pungkasnya. (hari)

Be the first to comment

Leave a Reply