Gubernur Jatim Tekankan Implementasi E-Budgeting

Kota Batu|BIDIK Transparansi dan akuntabilitas anggaran merupakan hal yang perlu diterapkan oleh pemerintah daerah. Gubernur Jawa Timur, Soekarwo menekankan agar Pemkot Batu menyusun dan menerapkan e-budgeting dalam rencana penyusunan dan pengelolaan keuangan daerah. Pernyataan Soekarwo tersebut disampaikan usai mengikuti jalannya rapat paripurna istimewa DPRD Kota Batu dalam serah terima jabatan (sertijab) Walikota Batu, Dewanti Rumpoko dan Wakil Walikota Batu, Punjul Santoso di masa jabatan 2017-2022. “Detail penggunaan anggaran dapat diketahui oleh publik,” seru Karwo saat diwawancarai oleh para jurnalis di gedung DPRD Kota Batu pada Senin sore (8/1). Dengan begitu celah penyalahgunaan anggaran dapat dieliminasi melalui sistem e-budgeting. Menurut Soekarwo, pokok persoalan menghindari penyalahgunaan anggaran ialah integritas para pemimpin. “Yang belum bisa diselesaikan teknologi ialah integritas pemimpin daerah. Seperti kasus korupsi di sejumlah daerah,” urai Soekarwo. Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur itu menyitir pula genealogi kultur kekuasaan di Jawa Timur yang pernah menempatkan sosok perempuan di tampuk kekuasaan yaitu Tribhuwana Wijayatunggadewi di masa Kerajaan Majapahit. Secara eksplisit pernyataan itu mengasosiasikan sosok Dewanti Rumpoko, perempuan kali pertama sebagai kepala daerah di Malang Raya “Perempuan bukan tiyang wingking (hanya urusan domestik rumah tangga). Bahkan kaum perempuan berperan luar biasa sebagai penggerak perekonomian di Jawa Timur,” sahut politisi Partai Demokrat itu. Sementara itu, dalam pemaparannya Dewanti Rumpoko menyajikan data statistik capaian-capaian pembangunan yang telah diraih Kota Batu pada masa pemerintahan sebelumnya. Di antaranya indeks gini ratio Kota Batu berada di angka 0,36%. Tingkat pengangguran berada di angka 4,2% dan pendapatan perkapita mencapai Rp. 63,80 juta diukur berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku. Dewanti menyebutkan indeks pembangunan manusia (IPM) di Kota Batu berada di urutan ke 9 dari 38 kota/kabupaten di Jawa Timur. Menurutnya capaian keberhasilan Kota Batu di era pemerintah sebelumnya terdapat sebuah peluang dan tantangan. “Peluang karena kita sudah punya modal, tinggal melanjutkan. Tantangannya kami harus berjuang mempertahankan capaian dan berusaha untuk lebih baik lagi,” seru istri Eddy Rumpoko, mantan Walikota Batu sebelumnya. Visi misi di masa kepemimpinannya dikemas dalam program Nawa Bhakti. Dewanti menempatkan sektor pertanian dan industri pariwisata sebagai priorotas menggeliatkan pembangunan di Kota Batu. Oleh karenanya ia ingin menciptakan situasi aman dan nyaman serta berwawasan kearifan lokal untuk memicu potensi karakteristik lokal di tiap desa melalui konsep wisata tematik. Pada masa kepemimpinannya kali ini pun, Walikota perempuan itu menyematkan slogan “Desa Berdaya, Kota Berjaya”. (Didid)

 

Be the first to comment

Leave a Reply