Hak Jawab Teguh S Utomo, Gunawan Angka Widjaja dan Komjen Pol (Purn) Saut Usman Nasution

Berikut merupakan Hak Jawab, Permintaan Maaf dan Koreksi Terkait Serangkaian Pemberitaan ‘Membedah Polemik Kasus Empire Palace’, Tindak Lanjut Pernyataan Penilaian dan Rekomendasi (PPR) Dewan Pers Bernomor 8/PPR-DP/III/2017 dan nomor 9/PPR-DP/III/2017, Berdasarkan Aduan dari Teguh S Utomo, Gunawan Angka Widjaja dan Komjen Pol (Purn) Saut Usman Nasution.

Saya Teguh S Utomo, S.Psi, SH, MH, MM, Advokat/Pengadu juga selakuk Kuasa Hukum dari Bp. Gunawan Angka Widjaja dan Komjen Pol (Purn) Drs Saut Usman Nasution, SH, MH, MM.

Sehubungan dengan Keputusan Pernyataan Nilai dan Rekomendasi (PPR) Surat Dewan Pers No: 8/PPR-DP/III/2017 dan No: 9/PPR-DP/III/2017, dengan ini kami selaku Korban/Pengadu menyampaikan hal-hal berdasarkan fakta secara singkat sebagai berikut:

  1. Bahwa dalam artikel yang telah dimuat oleh media Online Bidik maupun Koran Bidik Edisi 845/23-29 Desember 2016 dengan judul Membedah Polemik Kasus Empire Palace (Bagian 1) ‘Chincin Wanita Bertangan Dingin Itu Angkat Pria Pesapen Jadi Raja” serta pada kolom bawah kiri dengan judul “Kuasa Hukum Pelapor Blusukan ke Pejabat Pengadilan”, perlu kami jelaskan dan tegaskan, bahwa seluruh harta yang digunakan untuk membangun Empire Palace murni berasal dari harta keluarga Bp. Gunawan Angkawidjaja, bukan bersumber dari tangan dingin Trisulowati apalagi mengangkat pria Pesapen jadi raja sebagaimana tulisan di Media Cetak Bidik dengan judul membedah polemik empire bagian satu (1). Hal ini dapat dibuktikan bahwa perolehan The Empire Palace adalah harta gawan keluarga besar Gunawan Angka Widjaja, Bahwa dalam hal ini Media Online maupun Koran Bidik juga seharusnya menghormati proses hukum yang saat ini sedang berjalan di Pengadilan Negeri Surabaya terhadap diri Trisulowati yang diduga kuat telah merugikan nama baik Pak Gunawan Angka Widjaja/pemilik The Empire Palace, bukan dengan berupaya membuat opini yang membela Terdakwa Trisulowati dengan dugaan upaya penggiringan fakta;
  2. Bahwa adapun pemecata Trisulowati dari PT Dipta Wimala Bahagia dan PT Blauran Cahaya Mulia dengan tidak memberikan klarifikasi dan sanggahan serta pertanggungjawaban laporan keuangan perusahaan, maka berdasarkan RUPSLB pemecatan tersebut adalah sudah sah;
  3. Bahwa sekali lagi kami tegaskan, Teguh S Utomo tidak pernah memberikan hadiah dalam bentuk apapun kepada Pejabat Pengadilan dalam hal ini (Alm) Ramli Djalil SH, MH. Selaku Panitera Pengadilan Negeri Surabaya, dan untuk itu kami menghimbau Bidik segera meminta maaf kepada Almarhum Bapak Ramli Jalil, SH, MH dan kepada keluarga besarnya yang telah disakiti;
  4. Bahwa Komjen Pol (purn) Drs Saut Usman Nasution SH, MH, MM tidak pernah hadir di Polda Jatim, apalagi mengintervensi kasus yang sedang berjalan. Hal tersebut adalah fitnah dan pencemaran nama baik sebab beliau adalah Jenderal Besar dan Tokoh Polisi Indonesia, sangat tidak benar apabila oleh Bidik ditandingkan dengan pengacara Hotman Paris Hutapea, Pengacara adalah membela kepentingan Klien nya dan mereka dalam melaksanakan profesinya mendapatkan upahnya, namun dengan komentar HOTMAN Paris Hutapea tantang Mantan Kepala BNPT, hal dan tulisan tersebut sangat merugikan nama baik Jenderal Saut Usaman Nasution, untuk itu Bidik Online maupun Cetak harus segera meminta maaf secara terbuka kepada Komjen Pol (purn) Drs Saut Usman Nasution Sh, MH, MM;
  5. Bahwa saya berharap Media Bidik secara Legawa mengakui Kesalahan dan segera membuat dan menayangkan permintaan maaf, hak jawab/hak koreksi ini segera dimuat secara tertulis baik dalam surat kabar Bidik maupun Online Bidik, dan apabila ada hal yang kuran jelas dapat konfirmasi kepada kami, hal tersebut untuk menghormati keputusan Dewan Pers (PPR) dan juga gunna menghindari adanya upaya hukum;

Demikian surat klarifikasi singkat, untuk lebih rinci dapat segera konfirmasi kepada kami untuk hak jawab, permintaan maaf dan koreksi berita tersebut, kiranya Pimpinan Redaksi Bidik segera bisa menayangkan.

Menindak lanjuti PPR Dewan Pers Nomor 08/PPR-DP/III/2017 dan 09/PPR-DP/III/2017, kami Redaksi Surat Kabar Bidik dan Media Siber bidik.co.id meminta maaf kepada Teguh S Utomo, Gunawan Angka Widjaja dan Saut Usman Nasution serta para pembaca.

Berita Tautan: Membedah Polemik Kasus Empire Palace (Bagian-1) Purnawirawan Jenderal Polri: Saya Tidak Tahu Diangkat Jadi Komisaris Empire Palace, Ketemu di Pengadilan, Tak Disapa Papanya, Anak Bungsu Chinchin Meradang, Cabut Gugatan Ceraimu, Laporan Polisi Pun Akan Dicabut, Membedah Polemik Kasus Empire Palace (Bagian-2)PPR Dewan Pers Terkait Berita Membedah Polemik Kasus Empire Palace

Be the first to comment

Leave a Reply