Ibunya Setan, Berikut Julukan Bom di Bekasi

ol-ilustrasi-bom-bidikJAKARTA | BIDIK.CO.ID – Bom jenis Triacetone Triperoxide Peroxyacetone (TATP) seberat 3 kilogram yang ditemukan di sebuah rumah kos yang terletak Jalan Bintara Jaya VIII, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, yang berhasil diendus tim Gegana Anti Teror 88 pada Sabtu (10/12/2016), merupakan salah satu senjata pembunuh massal.

Bahkan, saking hebatnya, bom ini memiliki sebutan yang cukup bikin merinding bulu kuduk. Mother of Satan alias Ibunya Setan, berikut julukan bagi bom yang tidak bisa dideteksi oleh anjing pelajak dan alat detektor ini.

TATP pertama kali dibuat oleh Richard Wolffenstein, seorang warga Negara Jerman pada 1895. Hebatnya, TATP tidak memerlukan detonator untuk meledakkannya. Ini berbeda dengan TNT yang lebih ’konvensional’.

Karena sangat berbahaya, maka militer di sejumlah Negara di dunia ini memilih menghindari untuk menggunakannya. Dan TATP, diketahui sering digunakan untuk aksi terorisme di Timur Tengah di era 1980-an.

Selain di Timur Tengah, TATP juga pernah digunakan untuk aksi terorisnya di depan Kedutaan Besar Israel, London, pada 1994 yang menyebabkan 12 orang terluka.

Pada 1999 Federal Aviation Administration (FAA) mengeluarkan laporan bahwa TATP merupakan ‘benda mematikan paling berbahaya’. Lembaga itu juga telah memperingatkan bahwa Mother of Satan adalah salah satu senjata pemusnah masal.

Tiga Hari Nge-Kost, Warga Sudah Curiga

Jarangnya bersosialisasi dengan tetangga sekitar, yang selama ini dilakukan oleh ketiga terduga teroris, menjadi salah satu penyebab kecurigaan warga atas keberadaan ketiganya di lingkungan tempat tinggal mereka. Dari ketiga teroris ini, terdapat satu wanita muda diantaranya.

“Daerah sini (TKP) adalah daerah padat penduduk. Namun sejak awal kedatangan, saya belum pernah melihat mereka bersosialisasi dengan tetangga sekitar,” terang Dwi, salah satu warga sekitar lokasi.

Kepada pengelolah rumah kos, dua terduga teroris mengaku sebagai pasangan suami istri. Kini, ketiganya sudah diamankan oleh petugas. Bahkan informasi terbaru, petugas juga berhasil mengamankan satu terduga teroris lagi di Solo.

Peran terduga teroris yang dikejar di Solo ini, sebagai orang yang turut membantu dalam perakitan bom. Sedangkan wanita muda yang terlebih dulu berhasil diamankan petugas, diduga perannya sebagai eksekutor alias pelaku bunuh diri dalam peledakan bom.

Bom itu sendiri, rencananya bakal diledakan pada Minggu (11/12/2016), dengan sasaran diledakan di Istana Presiden. Namun, sehari sebelum rencana eksekusi, keberadaan mereka beserta bom yang dikemas didalam panci itu, berhasil diendus petugas. (wan)

Be the first to comment

Leave a Reply