Industri Manufaktur Mikro Kecil Jatim Alami Kontraksi 4,28 Persen

Industri manufaktur kecil

SURABAYA | BIDIK – Pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil di Jatim pada triwulan III-2017 (y on y) mengalami konstraksi (pertumbuhan negatif) sebesar 4,28 persen.

Kabid Statistik Produksi Badan pusat Statistik (BPS) Jatim, Farikhin mengatakan, pertumbuhan produksi pada triwulan III-2017 lebih rendah 4,70 persen poin dibanding triwulan yang sama 2016 yang tumbuh 0,98 persen.

“Namun jika dibanding pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil nasional yang naik 5,34 persen, maka pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil di Jatim pada triwulan III-2016 (y on y) lebih rendah 9,62 persen poin,” ungkapnya, Kamis (2/11/2017).

Sektor industri manufaktur mikro dan kecil di Jatim pada triwulan III-2017 (y on y) yang mengalami kenaikan pertumbuhan lebih dari 5 persen dibanding triwulan III – 2016 (y on y) antara lain, industri minuman naik 14,63 persen, industri tekstil naik 18,72 persen dan Industri pakaian naik 11,82 persen.

Kemudian industri kulit barang dari kulit naik 27,40 persen, kertas dan barang dari kertas naik 37,55 persen, ndustri logam dasar naik 39,04 persen serta industri komputer , barang elektronika dan optik naik 14,07 persen.

“Sedangkan sektor industri manufaktur mikro dan kecil di Jatim pada triwulan III-2017 (y on y) yang mengalami kontraksi lebih dari 5 persen antara lain, industri kimia dan barang dari kimia turun 26,98 persen, industri karet barang dari karet dan plastik turun 7,30 persen, industri logam bukan mesin dan peralatannya turun 5,54 persen,” ucap Farikhin.

Kemudian industri peralatan listrik turun 8,70 persen, industri kendaraan bermotor, trailer dan semi trailer turun 23,87 persen. industri alat angkutan turun 20,27 persen serta industri jasa reparasi dan pemasangan mesin dan peralatanya turun 10,22 persen.

Sementara pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil di Jatim pada triwulan III-2017 (q to q) juga mengalami kontraksi yang signifikan, yaitu 1,74 persen. Pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil pada triwulan II jauh lebih tinggi dibanding kenaikan pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil pada triwulan III-2017 yang mengalami pertumbuhan negatif 1,74 persen.

Jika dibanding pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil Nasional pada triwulan III-2017 yang mengalami kontraksi sebesar 0,66 perse. Maka pertumbuhan industri manufaktur mikro dan kecil Jatim lebih rendah sebesar 3,09 persen poin.

Sektor industri manufaktur mikro dan kecil yang mengalami kenaikan pertumbuhan lebih dari 5 persen pada triwulan III/2017 dibanding triwulan II/2017 antara lain, industri minuman naik 6,97 persen, industri tekstil naik 8,52 persen.

Kemudian industri kertas barang dari kertas naik 16,17persen, industri farmasi produk obat kimia serta obat tradisional naik 9,35 persen, industri barang galian bukan logam naik 8,86 persen. (hari)

Be the first to comment

Leave a Reply