Inilah Alasan Anggota Kelompok Nelayan Samudera Bakti Lapor Polisi

Bukti Laporan Polisi

BANYUWANGI | BIDIK, Dituduh menghasut, As’ari (39), warga Dusun Krajan, Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo jadi korban pemukulan yang dilakukan Jaelani (35), seorang bendahara kelompok Samudera Bakti Desa Bangsring.

Menurut pengakuan As’ari, berawal sekitar satu bulan yang lalu di sebuah SPBU di Desa Bangsring, sebagai anggota kelompok dirinya menanyakan masalah trayek perahu ke pulau Tabuhan kepada Jaelani, dan waktu itu dijawab tidak tahu oleh Jaelani.

Hal itu ditanyakan oleh  As’ari, karena sesuai kesepakatan, apabila ada anggota kelompok yang tidak hadir dalam rapat bulanan, maka akan dikenakan sanksi tidak diberi muatan selama satu bulan.

“Saya memang waktu itu tidak bisa hadir dalam rapat bulanan, karena berada diluar kota, ada kepentingan keluarga,” ucap As’ari.

Padahal, kata As’ari, ternyata ada juga anggota lainnya yang tidak menghadiri rapat, namun dipanggil dan di beri muatan.

As’ari (korban)
As’ari (korban)

Selanjutnya, tutur As’ari,  pada Kamis (30/03), sekitar jam 07.00 wib. saat dirinya sedang makan di Gardu, tiba-tiba Jaelani datang dan menuduh dirinya telah  menghasut teman-teman lain terkait masalah kesepakatan yang telah ditetapkan bersama.

“Akhirnya saya dan Jaelani bertengkar adu mulut, dan beberapa saat kemudian Jaelani tiba-tiba memukul saya, saya tidak menyangka dia bisa melakukan itu kepada saya,” terangnya.

Merasa tidak terima dan dilecehkan, As’ari dengan didampingi istrinya pada saat itu langsung melaporkan kejadian pemukulan ini ke Polisi, Kamis (30/03). Dan seketika itu juga ia langsung melakukan visum.

“Saya tidak terima dengan kejadian ini, saya dipermalukan didepan teman-teman, saya dipukul dua kali hingga pelipis saya memar, istri saya sampai shock, badannya lemas dan hampir pingsan. Saya minta kepada aparat penegak hukum agar menindak pelaku sesuai hukum yang berlaku,” pungkasnya.

Sementara Kapolsek Wongsorejo, Iptu. Kusmin saat dihubungi via telepon selulernya membenarkan adanya laporan dari pihak korban As’ari.

“Saat ini kasus itu masih dalam proses pemeriksaan penyidik, ditunggu saja, karena masih banyak yang harus diperiksa,” kata Iptu Kusmin

Ketika disinggung hingga, Rabu (05/04) korban As’ari belum menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP), Iptu. Kusmin mengaku masih disiapkan.

“SP2HP-nya sedang kita siapkan, tinggal menyampaikan saja ke pelapor,” pungkas Iptu Kusmin.(nng/arik)

Foto : – As’ari (korban)

  • surat tanda penerimaan laporan

Be the first to comment

Leave a Reply