Jaksa Kejati Jatim Turun ke Jalan

Ajak Masyarakat untuk Tidak Korupsi dan Pungli

ol-hari-anti-korupsi-kejati-jatimSURABAYA | BIDIK.CO.ID – Sebagai bentuk nyata mewujudkan niat terhadap pemberantasan korupsi, dalam peringatan Hari Anti Korupsi Internasional 2016, Kejaksaan Tinggi Jawa Timur menggelar aksi simpatik dengan membagi bagikan stiker anti korupsi di sejumlah titik di Surabaya.

Hampir seluruh korps Adhiyaksa ini turun ke jalan tidak hanya membagikan stiker, namun juga membagikan kaos serta bunga mawar kepada para pengguna jalan, tak terkecuali Kepala Kejaksaan Tinggi Jatim, Maruli Hutagalung.

Kasi Penkum Kejati Jatim, Richard Marpaung menjelaskan, aksi turun ke jalan yang dilakukan sebagai salah satu bentuk kampanye Kejati Jatim kepada masyarakat, untuk tidak melakukan korupsi, salah satunya adalah pungli.

“Karena hari ini-kan dirayakan Hari Anti Korupsi Internasional yang dirayakan oleh seluruh dunia. Mensosialisasikan bahwa anti korupsi, supaya tidak korupsi, jangan pungli, dan simpatik kepada masyarakat,” ujarnya, Jumat (9/11/2016).

Beberapa titik yang menjadi sasaran kampanye ini antara lain, Jalan. A. Yani depan Kantor Kejati Jatim, Bundaran Dolog, Depan KebunBinatang Surabaya, depan Dispenda dekat Samsat Ketintang, Depan Kantor Gubernur Jatim, Serta salah satu sekolah negeri yakni SMKN 1 Surabaya.

“Untuk pembinaan dini kepada anak anak sekolah karena-kan dia bibit masa depan kita. Kami pun kampanye bagi stiker bunga mawar. Mereka senang, antusias, mereka tahu ada Hari Anti Korupsi Dunia tepat tanggal 9 Desember,” tambahnya.

Tema Hari Anti Korupsi Internasional tahun 2016 ini adalah “Bersih Hati, Tegak Integritas, Kerja Profesional, Untuk Indonesia Tangguh”.

Sementara itu berdasarkan data kasus korupsi yang ditangani Kejati Jatim dari Januari sampai dengan November 2016 adalah, masing masing sebanyak 171 kasus masuk dalam tahap penyidikan, 183 kasus masuk dalam tahap penuntutan, 135 kasus masuk dalam tahap penyelidikan, dan sudah 81 kasus yang berhasil dieksekusi.

Sedangkan uang negara yang berhasil diselamatkan adalah senilai lebih dari 11 milyar rupiah. Tidak dipungkiri, kasus yang menonjol sampai dengan saat ini yakni dugaan kasus korupsi PT. PWU yang melibatkan mantan Menteri BUMN, dan dugaan korupsi Dana Hibah Kadin Jatim yang melibatkan mantan Ketua Umum PSSI La Nyalla Mattaliti. (eno)

Foto: Tampak pejabat dan jaksa operasional dari Kejati Jatim saat menggelar kampnye anti korupsi di depan Kebun Binatang Surabaya. (eno)

Be the first to comment

Leave a Reply