Jual Beli Excess Power

Sinergi PLN Jatim - PTPN XI

GM PT PLN Disjatim Dwi Kusnanto (kiri) saat MoU dengan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI untuk jual beli Excess Power. (Foto : Ist)

SURABAYA | BIDIK – PT PLN (Persero) Disjatim melakukan kerjasama (MoU) dengan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI untuk jual beli Excess Power. Sinergi ini dalam rangka mengembangkan Energi Baru Terbarukan (EBT).

GM PT PLN (Persero) Disjatim, Dwi Kusnanto mengatakan, meskipun saat ini PLN Disjatim surplus listrik 1.100 MW, namun ada listrik baru yang dihasilkan dari energi non fosil, seperti hasil dari pengolahan ampas tebu sisa produksi di beberapa pabrik gula (PG) milik PTPN XI.

“Ada dua pabrik yang hasil ampas tebunya diolah jadi energi, yakni pabrik Gula Jatiroto dan pabrik gula Asembagus. Masing-masing pabrik ini bisa menghasilkan daya sebesar 10 MW,” ungkap Dwi, Rabu (27/9/2017).

Kerjasama ini dilakukan PLN bukan karena saat ini surplus atau tidak, tapi merupakan bentuk apresiasi PLN kepada pihak yang terus berinovasi menciptakan listrik dari energi non fosil.

Dikatakan Dwi, bahan bakar untuk pembangkit listrik yang berasal dari fosil seperti minyak bumi dan batu bara akan terus berkurang dan tidak bertambah, beda dengan EBT seperti ampas tebu, sampah dan air.

“Pabrik tebu setiap hari produksi dan selalu menghasilkan ampas yang bisa diolah jadi energi, itu sangat menguntungkan,” ungkapnya.

Sementara Deputi Manager Komunikasi dan Bina Lingkungan PT PLN Disjatim, Pinto Raharjo menambahkan, akan terus mendorong masyarakat, swasta dan pemerintah agar melakukan terobosan membuat pembangkit listrik dari EBT.

“Energi yang kami beli nantinya akan dipergunakan untuk penerangan lingkungan, sektor industri, dan bisnis sehingga perekonomian bisa maju,” pungkasnya. (hari)

Be the first to comment

Leave a Reply