Jual Sabu di Mapolsek, Polisi Malah Divonis Ringan

Terdakwa Tommy Yuda Prasetya saat jalani sidang tuntutan di PN Surabaya. (foto: eno)

Terdakwa Tommy Yuda Prasetya saat jalani sidang tuntutan di PN Surabaya. (foto: eno)

SURABAYA, BIDIK.CO.ID– Akhirnya majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya yang diketuai Isjuaedi menyatakan Brigadir Tommy Yuda Prasetya, oknum anggota Polsek Sawahan bersalah.

Sayangnya, polisi sekaligus terdakwa perkara kepemilikan narkoba jenis sabu ini, hanya diganjar hukuman 4,5 tahun penjara. Vonis tersebut dibacakan majelis hakim dalam sidang lanjutan atas perkara ini di PN Surabaya, Senin (26/9).

Tak hanya hukuman penjara, oleh majelis hakim, terdakwa juga diwajibkan untuk membayar denda sebesar Rp 800 juta subsider dua bulan kurungan.

“Hal yang memberatkan, terdakwa selaku aparat penegak hukum, malah tidak mendukung program pemerintah dalam hal pemberantasan peredaran dan penyalahgunaan narkoba,” ujar hakim membacakan amar putusannya.

Sedangkan, usia muda dan sikap sopan terdakwa selama dipersidangan, menjadi pertimbangan yang meringankan hakim dalam menjatuhkan putusan.

Profesi terdakwa yang notabene sebagai aparat hukum, bahkan terbukti sebagai penjual narkoba, vonis yang dijatuhkan hakim tersebut boleh dikata sangatlah ringan, apabila dibandingkan dengan beberapa terdakwa lain yang sebagai masyarakat awam.

Terdakwa lain, meski hanya terbukti sebagai pembeli atau pemakai, mereka harus rela mendapat ganjaran yang sama bahkan lebih berat dari apa yang diterima terdakwa Tommy.

Dinilai ringam, akhirnya atas vonis ini, pihak terdakwa menerima dan tidak mengajukan upaya hukum banding. “Saya terima pak hakim,” kata terdakwa.

Tak hanya terdakwa, kendati vonis ini lebih ringan dari tuntutannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Samsu Efendi Banu dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya pun juga sama menyatakan menerima vonis hakim.

Pada agenda sidang sebelumnya, jaksa menuntut terdakwa dengan hukuman lima tahun penjara.

Untuk diketahui, Terdakwa Tommy ditangkap anggota Satnarkoba Polrestabes Surabaya pada Maret lalu. Sebelum menangkap terdakwa Tommy, petugas lebih dulu menangkap Mukamad Arif (berkas terpisah) di Jalan Tidar, Surabaya.

Saat diperiksa, polisi menemukan narkotika jenis sabu dari dalam saku Arif. Saat diinterogasi penyidik, Arif mengaku mendapat sabu dari Tommy yang tak lain adalah anggota polisi berpangkat brigadir di Polsek Sawahan.

Mendapati hal itu, polisi langsung menuju Polsek Sawahan dan berhasil menangkap terdakwa Tommy yang saat itu sedang jaga di Mapolsek Sawahan. Ketika digeledah, polisi menemukan satu poket sabu seberat 97 gram yang disimpan dalam etalase rak buku yang ada di Polsek Sawahan.

Selain itu di dalam tas terdakwa Tommy, polisi juga berhasil menemukan tiga poket sabu dengan berat masing-masing 0,61 gram, 0,42 gram, 0,50 gram, alat isap sabu dan timbangan elektrik.

Atas perbuatannya, oleh jaksa, terdakwa dijerat pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. (eno)

Foto: Terdakwa Brigadir Tommy Yuda Prasetya, oknum anggota Polsek Sawahan saat jalani sidang di PN Surabaya. (eno)

Be the first to comment

Leave a Reply