Kabulog Jatim Himbau Masyarakat Tidak Lakukan Aksi Borong

Teks Foto : Kabulog Jatim Muhammad Hasyim bersama Asisten 2 Bidang Ekonomi Pemprov Jatim, Fatah Yasin dan Staf Ahli Kementerian Perdagangan Bidang Iklim Usaha, Suhanto saat melepas kegiatan Operasi Pasar (OP).

BIDIK, | SURABAYA Kepala Bulog Jatim, Muhammad Hasyim mengimbau, agar masyarakat tidak melakukan aksi borong, karena bisa memicu kenaikan harga. Masyarakat diminta belanja seperlunya sesuai kebutuhan, karena stok mencukupi.
Pernyataan ini terkait naiknya harga beras premium dalam sebulan terakhir. Sehingga Bulog Jatim menggelar Operasi Pasar (OP) beras medium secara serentak, Selasa (9/1) pagi yang juga diikuti 13 Sub Divre di wilayah Jatim.
Dijelaskan Hasyim, OP ini dilakukan untuk menstabilkan harga beras medium yang kini mencapai Rp 10.500 – Rp 12.000 per kilo di pasaran Jatim serta naiknya harga premium yang lebih dari Rp 13.500.
“OP ini kami lakukan untuk mengembalikan harga beras medium ke harga ecerat tertinggi (HET), yakni Rp 9.450 per kilogram. Dan kami jual lebih rendah dibawah HET, yakni Rp 9.350 per kilogram,” kata Hasyim saat pelepasan OP Beras Medium di Gudang Bulog Subdivre Surabaya Utara di Buduran, Sidoarjo.
Hasyim menambahkan, sesuai surat edaran (SE) Menteri Perdagangan, semula pasar murah ini digelar hingga akhir Januari 2018, namun karena harga beras premium hingga kini merangkak naik akhirnya OP diperpanjang hingga 31 Maret 2018.
“OP ini tidak kami batasi, berapapun permintaan pasar akan kita gelontorkan. Stok beras kami lebih dari cukup untuk menyuplai beras secara masif hingga Maret mendatang,” ujarnya.
OP ini dilakukan berkeliling ke sejumlah pasar serta ke rumah pangan kita (RPK) pengusaha binaan Bulog. “Kegiatan ini diharapkan juga mampu menekan inflasi di Jatim yang diakibatkan kenaikan harga beras. Untuk stok beras,” pungkasnya. (hari)

Be the first to comment

Leave a Reply