Karyawan PT Mega Utama Indah Wadul Dewan Jatim

Karyawan PT Megah Utama mengadu nasib di gedung DPRD Jatim. (rofik)

SURABAYA|BIDIK – Puluhan karyasan PT Mega Utama Indah melakukan aksi di DPRD Jatim, Senin (2/10). Mereka melakukan aksi atas penolakan rencana pihak TNI AL untuk merelokasi PT Mega Utama Indah.

“TNI AL tak bisa seenaknya merelokasi pabrik kami karena ada perjanjian dengan pihak TNI AL sewa lahan dengan sistem BOT(Build Operate and Transfer) dan baru berakhir tahun 2035 dengan PT Senopati Samudera Perkasa (SSP) yang menyewakan lahan tersebut kepada PT Mega Utama Indah,” jelas koordinator forum komunikasi buruh PT Mega Utama Indah Teguh Imandanu di sela-sela aksi.

Teguh mengatakan pihak TNI AL telah menyiapkan lahan untuk relokasi PT Mega Utama Indah di daerah Kepuhlagen Mojokerto yang lokasinya tak memadai dan merugikan buruh.

“TNI AL memberikan batas waktu sampai tanggal 15 oktober agar pabrik dikosongkan dan segera pindah.Disisi lain PT SSP sedang mengajukan gugatan perdata kepada TNI AL,” terangnya.

Sementara itu,dalam aksi tersebut para karyawan PT Mega Utama Indah mengeluarkan tuntutan antara lain tidak ada penutupan terhadap pabrik dan berharap karyawan bisa bekerja seperti biasa. “Oleh sebab itu kami melakukan aksi di DPRD Jatim agar DPRD Jatim membantu kami,” tutupnya. (fik)

Be the first to comment

Leave a Reply