Kejari Surabaya ‘Diserbu’ 8000 Pelanggar Tilang

Tampak berjubelnya antrian pelanggar tilang yang terlihat di loket pelayanan Kejari Surabaya. Henoch Kurniawan

SURABAYA|BIDIK – Ribuan pelanggar tilang tampak berjibun di depan loket pelayanan tilang kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya, Jumat (2/6/2017).

Mereka harus rela mengantri untuk mengambil barang bukti tilang yang sebelumnya disita oleh petugas Polantas Polda Jatim dan Polrestabes Surabaya. Adapun BB tilang itu berupa Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Surat Ijin Mengemudi (SIM).

Berjubelnya antrian, pemandangan ini tak biasa terlihat seperti sebelumnya.

Menurut Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Surabaya, Didik Adyotomo, meningkatnya jumlah pelanggar tilang yang secara signifikan itu terjadi dalam dua pekan terakhir ini.

“Pada pekan lalu sebanyak 8000 pelanggar, sedangkan pekan ini sebanyak 7000 tilang,” ujarnya.

Membludaknya jumlah pelanggar tilang ini, menurut Didik merupakan dampak dari digelarnya program Operasi Patuh Semeru yang digelar pihak kepolisian belakangan ini.

“Bisa dikatakan jumlah lonjakan dua kali lipat setiap kali pihak kepolisian menggelar operasi khusus,” ujar Didik.

Untungnya, pihak Kejari SUrabaya sudah mengantisipasi kemungkinan terjadinya lonjakan jumlah pelanggar tilang ini. “Kita siapkan dua titik loket pelayanan masyarakat, yang berada di bagian depan gedung dan bagian belakang gedung, sehingga antrian pelanggar bisa terpecah. Kita pun juga dirikan tenda-tenda di luar gedung untuk tempat para pelanggar menunggu antrian,” bebernya.

Peran program delivery tilang yang dicanangkan institusi yang beralamat di jalan Sukomanunggal 1 Surabaya ini sebelumnya, turut besar membantu. “Adanya layanan delivery tilang turut membantu menciptakan solusi,” ujarnya.

Setidaknya terhitung lima persen dari jumlah total yang ada, bisa terserap melalui layanan delivery tilang ini. Sebanyak 6 petugas di bagian loket serta 5 petugas driver delivery dipersiapkan Didik untuk melayani masyarakat. Memang, jumlah petugas tersebut berbanding jauh dengan jumlah yang dilayani. “Jumlah SDM yang minim bukan menjadi alasan untuk tidak memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Saya percaya petugas kami cukup sigap untuk mengatasi hal ini,” tambahnya. (eno)

Be the first to comment

Leave a Reply