Kenaikan Tarif Listrik dan Biaya Pengurusan STNK, Dorong Tingginya Inflasi Jatim

bps

SURABAYA | BIDIK.CO.ID – Naiknya biaya pengurusan perpanjangan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), kenaikan tarif listrik, dan harga cabai rawit, bensin serta tarif pulsa ponsel, telah  mendorong kondisi inflasi Jatim pada Januari 2017 yang naik hingga 1,52 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Teguh Pramono mengatakan, inflasi Januari 2017 ini jauh lebih tinggi jika dibanding bulan yang sama 2016 lalu, sebesar 0,05 persen.

“Apabila dilihat trend musiman setiap bulan Januari selama sepuluh tahun terakhir mulai 2008-2017 telah terjadi sembilan kali inflasi dan satu kali deflasi. Januari ini, komoditas yang memberikan andil terbesar deflasi ialah turunnya harga bawang merah, telur ayam ras, angkutan udara, tarif kereta api dan cabai merah,” ungkap Teguh, Rabu (1/2/2017).

Januari 2008 merupakan inflasi tertinggi, yaitu sebesar 1,59 persen. Sedangkan inflasi terendah pada Januari 2015 sebesar 0,20 persen, sedangkan deflasi terjadi pada Januari 2009 sebesar 0,05 persen.

Pada Januari 2017, semua kelompok pengeluaran mengalami inflasi, inflasi tertinggi adalah kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan 4,04 persen. Diikuti kelompok bahan makanan 1,40 persen, perumahan, air, llstrik, gas dan bahan bakar 1,20 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,93 persen. Kemudian kelompok sandang 0,64 persen kesehatan 0,49 persen dan yang terendah ialah kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga mencapai 0,45 persen.

Tingginya kenaikan di kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan didorong oleh adanya kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM), tarif ponsel serta kenaikan biaya perpanjangan STNK.

Terhitung mulai 5 Januari 2017, pemerintah telah menaikan harga BBM non subsidi mulai dari jenis pertalite hingga pertamax turbo dengan kenaikan rata-rata 300 rupiah per liter.

Selain itu mulai 6 Januari 2017, pemerintah juga menaikan biaya pembuatan STNK dan BPKB dengan memberlakukan PP 60/2016 yang menggantikan PP 50/2010 yang berisi tentang Jenis dan Tarif atas Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Disamping kenaikan biaya pembuatan STNK dan BPKB serta kenaikan BBM yang hampir bersamaan pada Januari 2017, pemerintah juga menaikan tarif listrik pada Desember 2016 yang oleh pelanggan pasca bayar baru dirasakan dampaknya pada Januari 2017 ini.

Sedangkan untuk pelanggan kategori 900 VA yang selama ini mendapatkan subsidi pemerintah, mulai Januari 2017 bagi rumah tangga mampu secara bertahap subsidinya juga dicabut sehingga mulai Januari 2017 rumah tangga pelanggan 900 VA dengan kategori mampu akan membayar listrik lebih mahal dari sebelumnya.

Komoditas lain yang masih bergejolak semenjak Desember 2016 adalah cabai rawit. Faktor curah hujan yang masih tinggi di Januari mengakibatkan stok cabai rawit di pasar sangat terbatas.

Laju inflasi Year on Year (YoY) Jatim di Januari 2017 mencapai 3,62 persen, angka ini sedikit lebih tinggi dibanding YoY Januari 2016 yang hanya sebesar 3,54 persen. Semuanya ibu kota provinsi di pulau Jawa mengalami inflasi. Inflasi terendah terjadi di Bandung 0,49 persen. Sedangkan tertinggi di Surabaya 1,76 persen. (hari)

Teks Foto : Kepala BPS Jatim, Teguh Pramono. (hari)

Be the first to comment

Leave a Reply