Kepedulian Chinchin Terhadap Ulama, Santri Hingga Pedagang Kaki Lima

Didampingi Tokoh Masyarakat Kunjungi Ponpes Jam'iah Ahli Thoriqoh Syathoriyah An-Nahdliyah

Tampak Chinchin (tiga dari kiri) didampingi Mat Mochtar dan H Anam saat melakukan kunjungan di Ponpes Jam'iah Ahli Thoriqoh Syathoriyah An-Nahdliyah asuhan KH Mochamad Sofyan. (rizki)

SURABAYA|BIDIK – Sikap peduli terhadap para ulama dan santri ditunjukan Trisulowati alias Chinchin, mantan direktur PT Blauran Cahaya Mulia (BCM) induk perusahaan yang mengelolah operasional gedung megah The Empire Palace.

Ditemani tokoh masyarakat Surabaya H Mat Mochtar, Chinchin meluangkan waktu untuk bersilahturami ke Pondok Pesantren Jam’iah Ahli Thoriqoh Syathoriyah An-Nahdliyah, di jalan Kiai Tambak Deres Surabaya, Sabtu (22/4/2017).

Hal tersebut menunjukan bahwa kedekatan Chinchin dan Mat Mochtar dengan para ulama dan santri umat muslim sangat harmonis. Pengasuh Ponpes KH Mochamad Sofyan mengaku senang atas wujud kepedulian tersebut.

Disela kunjungan, KH Moch Sofyan mengatakan bahwa bukan hanya kali ini saja ia bertemu Chinchin. “Yang saya kenal, Bu Chinchin orangnya baik, sejak dulu ia sangat peduli dengan kaum yang kurang mampu. Saya merasa senang dia bisa menyempatkan diri untuk menengok kita disini, walaupun saat ini saya tahu dia sedang sibuk karena masalah hukum yang melilitnya,” ujarnya.

Masih KH Moch Sofyan, saat Chinchin masih menjabat sebagai Dirut PT BCM, kerap ibu tiga anak ini mengajak anak-anak panti asuhan buka puasa bersama di rumahnya ketika bulan suci ramadhan tiba.

KH Moch Sofyan juga berharap Chinchin bisa melalui cobaan hidup yang saat ini ia alami. Ia juga sempat memberikan dukungan moral kepada Chinchin. “Kita berharap bu Chincin sabar menghadapinya. Saat ini dia sedang dalam proses hukum dan disidangkan di pengadilan akibat laporan suaminya sendiri. Kita umat muslim mendoakan agar masalah bu Chinchin segera selesai dan majelis hakim dapat menjatuhkan putusan seadil-adilnya. Kita harap tidak ada kriminalisasi atau penzoliman terhadap Chinchin maupun siapapun,” harap KH Moch Sofyan.

Senada, H Mat Mochtar saat dikonfirmasi mengatakan bahwa ia yakin Chinchin tidak bersalah. Karena alasan itu, ketua tim pemenangan Walikota Tri Rismaharini ini terlihat paling rajin mendampingi Chinchin menghadapi persidangannya. Sejak awal perkara Chinchin ini disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, ia selalu hadir memberikan dukungan mental kepada Chinchin.

“Orang seperti Chinchin ini wajib kita dukung. Kita tidak ingin orang baik seperti Chinchin ini menjadi korban penzoliman hukum. Kita akan kawal terus pokoknya. Saya berharap pak hakim dan jaksa yang bertugas memproses hukum Chinchin ini terbuka hatinya. Bagaimanapun Chinchin juga warga negara yang juga mempunyai hak yang sama dimata hukum,” ujar tokoh masyarakat Surabaya ini.

Tampak pula dalam rombongan ini, Ketua Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PK-5) Surabaya H Anam SH. Tak berbeda jauh dengan komentar diatas, H Anam mengatakan bahwa paguyuban yang pimpin itu telah mendeklarasikan dukungannya kepada Chinchin.

“Selama ini bu Chinchin juga sering membantu pedagang kaki lima di Surabaya ini, sudah menjadi kewajiban kita apabila disaat dia ada masalah, kita harus mensuportnya. Terlebih kita yakin dia tidak bersalah.

Saat dikonfirmasi, Chinchin mengatakan bahwa kunjungan ini sengaja pihaknya agendakan untuk tujuan tetapnya terjalin silahturahmi antar pihak. “Seperti yang diketahui, belakangan ini saya sangat disibukan dengan urusan hukum yang saya hadapi, lah mumpung saat ini sidang ditunda dua pekan lagi, sehingga ada waktu senggang, saya sempatkan untuk sowan. Hubungan silahturahmi agar tidak terputus,” terangnya.

Chichin pun merasa bersyukur serta berterima kasih atas munculnya dukungan dari berbagai pihak yang selama ini ditujukan terhadapnya. “Tuhan telah mengirimkan orang-orang baik yang rela membantu saya. Seperti saat ini ada pak Mat Mochtar, KH Sofyan, pak H Anam dan banyak lagi yang tidak mungkin saya sebutkan satu-persatu. Syukur puji Tuhan dukungan itu muncul dari berbagai kalangan dengan sendirinya. Dan saya sangat menghagai itu,” tambah wanita kelahiran Blitar ini.

Silahturahmi ditutup dengan doa bersama untuk mendoakan agar masalah Chinchin bisa segera selesai sesuai harapan mereka. Dalam doa itu pula mengharapkan kekuatan agar Chinchin dapat melampaui masalahnya dengan istiqomah.

Untuk diketahui, saat ini Chinchin harus rela didudukan di kursi pesakitan PN SUrabaya sebagai terdakwa dugaan perkara penggelapan dan pencurian dokumen milik PT BCM atas laporan suaminya sendiri, Gunawan Angka Widjaja.

Saat ini proses sidang memasuki agenda mendengarkan keterangan ahli pidana. Disamping itu, pasutri ini juga terlibat perkara gugatab perceraian. Beberapa waktu lalu, majelis hakim PN mengabulkan gugatan cerai yang diajukan Chinchin. Putusan cerai ini belum inkracht, majelis hakim masih memberikan waktu untuk para pihak mengambil langkah hukum banding atau menerima putusan. (riz/eno)

Be the first to comment

Leave a Reply