Kodim Gresik Bersama Masyarakat Bersihkan Telaga Pegat Dari Tanaman Liar

Dandim Gresik Ketkol Widodo ikut membersihkan tanaman liar di telaga pegat

BIDIK, GRESIK. Keberadaan telaga pegat yang di bangun oleh Sunan Giri, hingga kini masih tetap di pergunakan okeh masyarakat, namun se iring PDAM masuk kawasan bukit Giri, maka yang menggunakan telaga pegat semakin berkurang, dan tanaman liar tampak kurang sedap dipandang serta baunya dari tananan yang membusuk membuat masyarakat enggan untuk cuci dan mandi. Menyadari kondisi seperti tersebut, Kodim Gresik ber inisiatif membersihkan telaga pegat dari tanaman liar dengan masyarakat sekitar telaga dan termasuk Muspika Kebomas, dan BNPB, hal ini berlangsung Jumat pagi (12/1).

Pagi sekitar jam 06.30 ketika dilakukan apel, masih sedikit anggita yang hadir, masyarakat sekitar telaga juga demikian, namun sekitar jam 07.00 ada sekitar 100 warga sekitar yang terdiri dari Kelurahan: Sidomukti, Ngargosari, Kawisanyar, dan Desa Giri berbondong bergotong royong mengangkat tanaman kangkung serta lumut yang mengganggu dan memenuhi permukaan telaga pegat, dari Kodim Gresik sekitar 75 anggota, Pol PP 20 anggota, Polres Gresik 25 anggota, dan 20 Pramuka.

Kasdim Gresik yang sejak awal mengarahkan masyarakat dan anggota untuk membersihkan tanaman pengganggu, dan beberapa waktu kemudian Dandim Gresik Letkol Widodo hadir dilokasi langsung ikut naik perahu karet dan ikut menarik tanaman pengganggu ke pinggir selanjutnya di tarik ke atas, dan diangkut truk di bawa ke TPA Ngipik. Tamoak ikut naik perahu karet antara lain: Dandim Gresik, Camat Kebomas, Komandan Koramil Kebomas, Kapolsek Kebomas, dan dari BNPB.

Komandan Kodim Gresik Letkol Kav Widodo membenarkan dirinya ada kegiatan seryijab ysng harus di datangi,” Tetapi kegiatan yang berhubungan dengan masyarakat, dan nanfaat dari membersihkan tanaman liar dan mengganggu ini kebih bisa dirasakan masyarakat sekitar telaga, sehingga saya lebih memberikan manfaat bagi masyarakat banyak,” jelasnya.

Salah satu warga Kelurahan Sidomukti Joni mengaku bahwa saat ini telaga pegat tetap di pakai mandi dan cuci oleh masyarakat sekitar, hanya yang memanfaatkan sudah jauh berkurang,” Kalau jaman PDAM belum nasuk dulu, ya hampir 24 jam telaga ini ramai orang mandi dan vuci, namun saat ini sudah jauh berkurang, dan bagi kami sangat bangga dengan bapak bapak dari TNI ysng dengan semangat ikut bekerja bhakti dari awal hingga selesai tanpa henti,” tegasnya. ( ali)

Be the first to comment

Leave a Reply