Komisi A DPRD Jatim Minta Polisi Usut Tuntas

Larangan Bangun Masjid Muhammadiyah di Aceh

Husnul Aqib Anggota Komisi A DPRD Jatim Asal PAN (Rofik)

SURABAYA|BIDIK – Pemuda Muhammadiyah memprotes keras terkait pelarangan pembangunan masjid Muhammadiyah di Bireuan -Aceh yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat, karen ini bisa dinilai memecah belah umat islam dan sangat bahaya sekali.

Husnul Aqib,SH Anggota Komisi A DPRD Jatim yang menangani tentang Hukum dan Pemerintahan menilai bahwa persoalan ini harus secepatnya di ditangani aparat kepolisian untuk mengusutnya, sebab ini bisa mengarah perpecahan sesama agama islam.

“Kasus ini tidak bisa di biarkan, Saya mendesak kepada aparat khususnya kepolisian untuk segera mengungkap siapa aktor di balik layar ini yang melarang membangun masjid Muhammadiyah di kota Bireuan – Aceh,” tegas Husnul Aqib saat di temui di Gedung DPRD Jatim, kamis (19/10).

Politisi kawakan asal PAN Jatim ini menegaskan jika ini tidak secepatnya di usut oleh aparat kepolisian di kawatirkan akan merembet kemana- mana.

“Kejadian ini merupakan ancaman teroris untuk berkehidupan berdemokrasi di Indonesia dan ini tidak bisa di biarkan ,” tegas Husnul Aqib,serius.

Karena itu dirinya melalui komisi A meminta dan mendesak Pemerintah pusat khususnya kementrian agama dan aparat kepolisian supaya kasus kejadian yang mengarah perpecahan antar umat islam beragama ini segera di usut tuntas.

Untuk di ketahui bahwa argumentasi pelarangan pembangunan masjid muhammadiyah di kecamatan juli Bireuan Aceh yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat di sebutkan karena merupakan masjid kelompok dan bukan merupakan ahlul sunnah waljamaah dan ini menunjukan sikap memecah belah agama islam di Aceh, akan tetapi terkesan hal ini didiamkan oleh pemerintah setempat. (fik)

Be the first to comment

Leave a Reply