KONI Kota Malang Siapkan Fasilitas Anaerobic

Suasana pusat kebugaran Sasana Anoraga

MALANG | BIDIK – Latihan kekuatan otot sangat diperlukan demi menunjang performa atlet dan memberi dampak positif pada prestasi jangka panjang. KONI sebagai induk semua cabang olah raga berupaya memberikan fasilitas terbaik demi pencapaian atlet yang lebih maksimal.

Demi bisa menjaga hal tersebut, KONI Kota Malang memiliki pusat kebugaran sendiri yang dinamakan Sasana Anoraga yang didirikan KONI Kota Malang sejak tahun 2013. Berlokasi di lantai tiga komplek olah raga Stadion Gajayana, pusat kebugaran ini memiliki peralatan gym atau fitness yang cukup lengkap. Tidak kurang dari 30 mesin kebugaran, termasuk treadmill, sepeda statik dan juga bebagai peralatan angkat berat.

Pusat kebugaran yang menempati luas bangunan sekitar 50 meter persegi ini memang dibangun khusus untuk para atlet dari 40 cabor yang menjadi anggota KONI Kota Malang. Sasana ini sama sekali tidak diperuntukkan untuk masyarakat umum, sehingga tidak mengganggu jadwal dan konsentrasi para atlet yang berlatih.

Muaythai sebagai cabor baru yang ada di KONI Kota Malang turut memanfaatkan Sasana Anoraga untuk melatih kekuatan dan volume otot. Sebagai cabor baru, PB Muaythai berupaya menggenjot fisik para atletnya agar bisa bersaing dalam agenda porprov 2018. Hal ini diungkapkan salah satu pengurus PB Muaythai kota Malang, Dimas Novib, bahwa setelah evaluasi beberapa pertandingan yang menunjukkan bahwa atlet muaythai kurang berotot sehingga sering kuwalahan ketika bertanding.

Basuki, atlet Muaythai Kota Malang, berlatih bench press untuk menguatkan otot bahu dan punggung, di Sasana Anoraga. (foto:bima)
Basuki, atlet Muaythai Kota Malang, berlatih bench press untuk menguatkan otot bahu dan punggung, di Sasana Anoraga. (foto:bima)

“dari sepuluh kali pertandingan atlet kami cuma enam kali menang, itupun menang angka, cuma satu kali yang menang KO. Hasil evaluasi, atlet kami butuh peningkatan kekuatan otot selain stamina”

Oleh karena itu pihaknya berencana menggenjot latihan anaerobik di Sasana Anoraga agar atlet PBMI kota Malang siang menghadapi agenda kejurprov dan porprov 2018.

“kami sangat senang dengan adanya fasilitas ini, jadi kami bisa latihan dengan tenang dan tidak memikirkan biaya tambahan untuk sewa alat fitness” pungkas salah satu wasit muaythai kota Malang ini.

Agenda PBMI Kota Malang untukbtahun 2018 memang cukup padat, selain kejurprov juga akan ada porprov. PBMI Kota Malang baru saja menggelar musyawarah luar biasa pada 5 Desember lalu, hal ini untuk mengganti ketua umum dan beberapa pengurus baru. Saat ini Ketua Umum PB Muaythai Kota Malang dijabat oleh Sri Widji Wahyuning Utami, sedangkan ketua harian dijabat oleh Setiya Wahyudi. (bima)

Be the first to comment

Leave a Reply