Lomba Nangkap Tikus Sawah ala Dusun Glintung

Persiapan berburu tikus di Dusun Glintung, Desa Kepatihan, Kec Menganti

GRESIK.  BIDIK.   Dusun Glintung, Desa Kepatihan, Kecamatan Menganti ini berhimpitan dengan Kecamatan Benowo , Kodya Surabaya, sehingga banyak pabrik besar di wilayah tersebut, namun hamparan sawah tempat petani mengais rejeki juga tidak kalah luas.  Jelang musim tanam ini, ternyata hewan pengerat itu populasinya semakin banyak di sawah, sehingga Gapoktan, bersama Disperta, serta TNImengadakan pemberantasan hama tikus secara tradisional, dengan jalan di lombakan, seperti yang terlihat Minggu pagi (5/11).

Sekitar 100 warga Dusun Glintung, Desa Kepatihan, Kecamatan Menganti sudah berkumpul di areal persawahan termasuk membawa peralatan untuk berburu tikus, baik tombak, pentungan, dan alat yang lain,

Anggota TNI juga ikut berburu tikus sawah dengan membawa senjata tradisional buat membunuh tikus sawah
Anggota TNI juga ikut berburu tikus sawah dengan membawa senjata tradisional buat membunuh tikus sawah

Setelah pengarahan dari Dinas Pertanian Kabupaten Gresik yang membeberkan betapa hewan pengerat ini sangat merugikan petani,” Memang untuk mengurangi populasi tikus sawah itu ada beberapa macam, misalnya dengan menggunakan asali lubang tikus dengan belerang yang di bakar, cara ini kalau dilakukan oleh petani yang tanpa alat, nanti malah petani nya yang kemas, kalau berburu secara tradisional kan bisa juga di buat hiburan sekaligus lomba,” jelas Nursyamsi.

Berturut turut memberikan sambutan yaitu : penyuluh pertanian, dan Komandan Koramil Menganti, selanjutnya tepat jam 08.30 dimulai berburu tikus sawah secara tradisional, dan di tutup serta dinyatakan selesai jam 10.00

Memang tidak setiap peserta berburu ini berhasil menangkap tikus, pasalnya, tikus yang merasa gerah karena di lingkungannya banyak berseliweran manusia, maka tikusnya pada ngumpet,   sementara , apabila ada seseorang yang memancing tikus dengan umpan yang di tali dengan kawat lentur, begitu tikusnya keluar dan lari kencang, maka warga berebut membunuh tikus, tak jarang mereka sampai bertabrakan, meski tidak cedera, namun malah gembira dan tertawa,  sementara yang berhasil membunuh tikus diwajibkan menyetor ekor tikus ke Gapoktan. ( Ali)

Be the first to comment

Leave a Reply