Melanggar UU Perlindungan Konsumen Dirut PT.Garam Dituntut 2 Tahun Penjara

Terdakwa saat.sidang tuntutan di PN gresik

Gresik –  Dirut PT.Garam, Achmad Budiono Shock ketika mendengar tuntutan pidana 2 tahun yang dibacakan oleh tim Jaksa dari Kejari Gresik. Bahkan di dalam ruang sidang istri terdakwa menangis ketika bibir dari Jaksa Budi prakoso membacakan tuntutan dua tahun penjara.

Dalam tuntutannya, jaksa menilai bahwa terdakwa terbukti melanggar pasal 9 UU no. 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen.

Majelis hakim yang diketuai Putu Mahendra akhirnya menunda sidang sampai hari Kamis (09/11) dengan agenda pledoi dari kuasa hukum terdakwa.

Terpisah, Agung Prasetyo kuasa hukum terdakwa menyayangkan tuntutan tinggi dari Kejaksaan. “Klien kami dan istrinya sangat shock dengan tuntutan tinggi dari jaksa. Sebenarnya, kami sudah curiga dengan ditundanya jadwal tuntutan  3 kali. Kenapa kok sampai 3 kali tuntutan jaksa ditunda dengan alasan belum siap,” tegasnya.

Masih menurutnya, pihaknya akan mempelajari tuntutan jaksa untuk menyusun pembelaan. Pasalnya, dari tuntutan jaksa banyak fakta dipersidangan yang tidak dijadikan pertimbangan hukum dalam menuntut terdakwa.

“Dalam perkara ini, klien kami dituntut dengan undang undang perlindungan konsumen. Sementara, fakta dipersidangan tidak ada konsumen yang dirugikan oleh perusahaan yang dipimpinnya,” tegas Agung.

Sementara itu, masalah status penahanan terdakwa yang habis pada tanggal 13 November dan tidak bisa di perpanjang di Pengadilan tinggi, Agung akan kordinasi dengan kliennnya. Pasalnya, jika dihitung secara matematis tanggal 13 November jatuh pada hari Senin minggu depan, otomatis ketika nanti jika senin hakim belum memutus perkara ini, jelas terdakwa status tahanannya akan lepas demi hukum.

“Tetap akan kami kordinasikan dengan kilen kami terkait masa penahanan terdakwa. Masih ada agenda pledoi, replik dan duplik,” urainya.

Seperti diberitakan, terdakwa diseret ke meja hijau karena diinilai bertanggungjawab atas 74 ribu ton garam industri yang dijual oleh PT Garam dengan harga jual garam konsumsi.

Garam yang tidak diperuntukan sebagaimana mestinya itu dijual kepada 53 perusahaan diluar Gresik dengan cara  memperdagangkan atau memindahtangankan, bahkan mengemas menjadi garam konsumsi untuk dijual kepada masyarakat.

Tidak hanya itu, dalam dakwaan diterangkan bahwa sebagai pelaku usaha, terdakwa telah memproduksi atau memperdagangkan barang yang tidak sesuai dengan berat, jumlah, ukuran, takaran, jaminan, keistimewaan, kemanjuran, komposisi, mutu sebagaimana yang dinyatakan dalam label atau keterangan tentang barang. (Him)

Be the first to comment

Leave a Reply