Melanggar UU Perlindungan Konsumen, Dirut PT.Garam di vonis 10 bulan penjara

Terdakwa Achmad Budiono saat menjalani sidang putusan

Gresik  |BIDIK –  Dirut PT.Garam, Achmad Budiono langsung menyatakan banding ketika Majelis hakim yang diketuai Putu Mahendra menjatuhkan vonis 10 bulan penjara, dalam sidang Kamis (07/12).

Meskipun dalan putusan ada diskon 14 bulan penjara yang diberikan majelis hakim dari tuntutan jaksa 2 tahun penjara. Akan tetapi, terdakwa Achmad Budiono melalui kuasa hukumnya, Awan Buana dan Agung Prasetyo menyatakan banding,” Kami menghargai putusan Majelis Hakim, tapi kami sudah konsultasikan dengan terdakwa, dan kami menyatakan banding ” tegas Awan Buana di depan persidangan.

Sementara itu, tim jaksa dari Kejari Gresik melaui Jaksa Senior Lila Yurifa Prihasti menyatakan pikir-pikir, ” kami akan laporkan dulu pada pimpinan, untuk kami masih pikir pikir,” ujarnya.

Dalam amar putusannya, Majelis hakim sependapat dengan pembuktian pasal dengan Jaksa Penuntut Umum, tapi tidak sependapat dengan lamanya pidana yang diberikan.

“Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar  pasal 9 UU no. 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen. Menghukum terdakwa dengan hukuman penjara selama 10 bulan,” tegas Putu Mahendra saat membacakan putusan.

Diuraikan dalam amar putusan, bahwa perbuatan terdakwa telah merugikan masyarakat sebagai pengelola produk garam nasional. Kerugian masyarakat dapat diwakilkan oleh pemerintah maupun institusi lainnya karena menyangkut masyarakat luas.

Dalam putusan ini, Majelis hakim juga mempertimbangkan hal yang memberatkan dan meringankan. Dalam hal yang memberatkan Majelis hakim berpendapat bahwa terdakwa mempunyai niat dan tujuan yang baik meskipun melanggar aturan. Sementara untuk hal yang meringankan, terdakwa sopan di persidangan dan tidak pernah dihukum.

Sesuai sidang, terdakwa Achmad Budiono mengaku kecewa dengan vonis ini. Menurutnya, apa yang dilakukan untuk menyelamatkan negara dari krisis garam. ” Apa yang saya lakukan tidak ada niat jahat untuk melakukan tindak pidana. Tidak tidak masyarakat yang komplain, apalagi dirugikan,” tegasnya.

Seperti diberitakan, terdakwa diseret ke meja hijau karena diinilai bertanggungjawab atas 74 ribu ton garam industri yang dijual oleh PT Garam dengan harga jual garam konsumsi.

Garam yang tidak diperuntukan sebagaimana mestinya itu dijual kepada 53 perusahaan diluar Gresik dengan cara  memperdagangkan atau memindahtangankan, bahkan mengemas menjadi garam konsumsi untuk dijual kepada masyarakat.

Tidak hanya itu, dalam dakwaan diterangkan bahwa sebagai pelaku usaha, terdakwa telah memproduksi atau memperdagangkan barang yang tidak sesuai dengan berat, jumlah, ukuran, takaran, jaminan, keistimewaan, kemanjuran, komposisi, mutu sebagaimana yang dinyatakan dalam label atau keterangan tentang barang. (Him)

Be the first to comment

Leave a Reply