Meningkatkan Toleransi Antar Umat Beragama Sebagai Alat Pemersatu Bangsa

Oleh:  Abd Sidik Notonegoro
Wakil Ketua PD Muhamnadiyah Kab Gresik

Merupakan sunnatullah bahwa kita lahir dan hidup di Indonesia, negeri yang kaya dengan ragam dan macam suku bangsa, agama, bahasa, ras, etnis, golongan, budaya dan entah apalagi. Tentunya keragaman itu memiliki berimplikasi positif maupun negatif. Implikasi negatif muncul ketika keberagaman dimaknai sebagai ancaman, bukan tantangan.  Sehingga tidak tumbuh sikap saling memahami atas perbedaan tersebut.

Sebaliknya, jika diantara anak bangsa ini  bisa menjalankan sikap saling memahami dan toleransi atas perbedaan itu,  keberagaman akan menjadi sebuah kekuatan yang dahsyat. Islam mengakui bahwa perbedaan adalah suatu hal yang alami bagi manusia, dan setiap umat harus berinteraksi dengan perbedaan. Dalam firman-Nya Allah menyatakan, “Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal.” (QS.al-Hujuraat: 13).    Allah SWT telah menciptakan manusia berbeda-beda bangsa, budaya dan bahasanya, akan tetapi pada dasarnya mereka adalah “ummatan wahidatan” atau umat yang satu, maksudnya, perbedaan tidak bermakna menghapuskan kesatuan kemanusiaannya.

Kita juga  memiliki alat pemersatu perbedaan yang lahir dari nilai-nilai luhur bangsa, yaitu Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 dengan berbagai tatanan yang sistematis di dalamnya. Pancasila merupakan dasar negara yang mengatur tentang tata kehidupan keberagamaan sebagaimana tersurat pada sila pertama “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Dari sila pertama kita tahu bahwa semua berhak memeluk agama dan keyakinan masing-masing. Dalam UUD 1945 diatur dalam BAB XI AGAMA  pasal 29 ayat 1 “Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa” dan pasal 29 ayat 2 “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaan itu”.

Dilihat dari pasal di atas kita tahu bahwa, negara Indonesia membebaskan masyarakatnya untuk memilih agamanya masing-masing tanpa ada unsur paksaan dari negara atau pemerintah, karena itu termasuk hak dan kewajiban kita masing-masing sebagai masyarakat Indonesia yang berdasarkan Pancasila.

Meski demikian, harus diakui bahwa persoalan kerukunan hidup beragama masih merupakan tantangan serius yang harus d hadapi. Entah karena fsktor provokasi dan tantangan dari luar maupun dari negeri kita sendiri. Tapi apapun tantangan dan persoalannya, kita yakin bahwa Tuhan akan memberikan jalan penyelesaian. Sebagai negeri yang besar dan kaya keberagaman memang arena banyak tantangan yang harus dihadapi, tapi pasti banyak solusi yang bisa d gali. Sudah menjadi konsensus nasional bangsa ini  untuk saling menghargai dan menghormsti prrbedaan agar nilai-nilai kerukunan dan keharmonisan bisa terus terjaga.

Komunikasi antar sesama umat beragama secara kondusif merupakan tujuan utama dari kerukunan beragama itu sendiri. agar tercipta lingkungan yang nyaman dan jauh dari konflik karena perbedaan iman dan keyakinan. Manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. kerukunan ber agama pun akan sangat membantu manusia sebagai makhluk sosial yang berarti membutuhkan bantuan orang lain. Jadi, dengan rukun nya antar agama akan mendorong interaksi yang baik dan saling menguntungkan. Dapat pula kita menyambung tali silaturahmi antar sesama manusia. dalam konteks sosial, masyarakat dapat berinteraksi dengan siapapun tanpa adanya batasan agama. Jadi kita saling berbaur tanpa memandang agama.

Kerukunan beragama bukan merupakan kebutuhan atau tuntutan dari pemerintah. Itu merupakan kewajiban, yang lebih luasnya mengenai kemanusiaan. Karena hidup rukun dan damai adalah  kewajiban kemanusiaan dari diri setiap orang. Sila pertama dari Pacasila hakekatnya merupakan komitmen mendasar bagi bangsa bahwa hidup harus berlandaskan sendi-sendi agama. Oleh karena mari di bangunlah kehidupan beragama secara berkualitas dan bermartabat dengan menjunjung tinggi semangat kerukunan dan kedamaian antar umat beragama. Kerukunan beragama  bertujuan untuk menciptakan interaksi sosial yang baik dan merupakan kepentingan negara dalam mewujudkan negara yang aman, damai dan nyaman.

Menyadari hal ini,  para pendiri negeri ini telah memikirkan bagaimana upaya agar mempersatukan masyarakat Indonesia yang beraneka ragam melalui semboyan “Bhineka Tunggal Ika”. Yang  mempunyai arti berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Secara mendalam bhineka tunggal ika memiliki makna walaupun indonesia sebagai negara yang multi kultural, dimana terdapat banyak suku, agama, ras , kesenian adat ,bahasa dan lain sebagainya namun tetap satu kesatuan yaitu sebangsa dan  setanah air. Dipersatukan dengan bendera, lagu kebangsaan, mata uang,bahasa dan lain sebagainya. Berbangsa dan bernegara menurut Al-Qur`an hanya sebagai alat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, oleh karena itu berbangsa dan bernegara harus diyakini merupakan salah satu ibadahyang tidak kalah pentingnya dengan ibadah-ibadah yang lainnya, karena inikaitannya dengan bangsa, negara serta entitas pendukungnya yaitu warga negara.
.

Be the first to comment

Leave a Reply