Minimnya Gaji Guru Madrasah, Komisi E Terenyuh

Anggota komisi E DPRD Jatim, H Gunawan HS, SH, MHum. (rofik)

SURABAYA|BIDIK– Profesi pahlawan tanpa tanda jasa untuk membentuk karakter iman bagi guru Madrasah Diniyah (Madin) memang suatu profesi yang sangat mulia, namun sepertinya gaji yang di terima oleh para guru madin tersebut ini bisa dikatakan tidak mulia, pasalnya gaji yang diterima mereka hanya RP 300 ribu tiap bulannya.

Hal ini disampaikan Anggota komisi E DPRD Jatim, H Gunawan HS, SH, MHum ketika dirinya turun gunung ke daerah pemilhannya guna mendengarkan keluhan masyarakat yang ada di Dapil V.

“Terus terang saya merasa kaget dan prihatin mendengar langsung jeritan hati para guru madin tersebut,” ucap Gunawan saat di temui di ruang kerjanya, Rabu (12/10).

Menurut politisi asal PDIP ini, seharusnya pemerintah Jawa Timur memperhatikan nasib para guru Madin terutama yang ada di pedesaan, karena menurut pengakuan mereka hanya menerima gaji dari yayasan yang jumlahnya minim.

“Temuan di lapangan nanti saya sampaikan ke Komisi E yang membidangi Kesra supaya Pemprov Jatim ikut dan serius memberikan bantuan dan anggaran yang tersedia untuk kesejahteraan para nasib guru madrasah diniyah yang ada di pedesaan,” tegas pria yang mengaku asli Arek Malang ini.

Begitu pula, masih terang Gunawan, dirinya melihat infrastruktur gedung Madin yang berada di pedesaan sangat tak layak pakai. Seharusnya Pemprov Jatim melalui anggaran yang ada juga menyisihkan bantuan untuk Infrastruktur gedung sekolah yang tak layak sebagai tempat proses belajar mengajar dalam menimbah ilmu agama.

“Saya khawatir jika gedung yang tak layak tersebut tiba-tiba roboh dan ini sangat memprihatinkan sekali jika terjadi,” pungkas Gunawan serius. (fik)

Be the first to comment

Leave a Reply