Peluru Siapa Menembus Tubuh Alfi Nuril Fitrah..?

Rizchi Heri Setiawan

Oleh: Rizchi Hari Setiawan

Kematian Alfi Nuril Fitrah (34) menyisakan misteri. Hingga saat ini, belum ada pihak yang mengklaim sebagai penyebab kematian petugas kebersihan Jembatan Suramadu ini.

Alfi Nuril Fitrah menjadi korban meninggal atas tragedi baku tembak antara anggota Polrestabes Surabaya dengan terduga pelaku pencuri mobil box bernopol L8248 GJ beberapa waktu lalu.

Tubuh kerempengnya seketika ambruk, sesaat tertembus peluru nyasar oleh salah satu pihak yang sedang terlibat adu tembak tersebut.

Rizchi Heri Setiawan
Rizchi Hari Setiawan, wartawan BIDIK

Beberapa hari mendapat perawatan dan operasi di RSUD dr Soewandi, namun nyawa korban salah sasaran tembak yang rencananya akhir tahun ini menikah tersebut, akhirnya tak tertolong dan dimakamkan di Surabaya.

Selain soal kepemilikan peluru yang berhasil ‘mengeksekusi’ Alfi, masih terdapat beberapa kejanggalan dalam peristiwa tersebut yang berhasil kami catat, antara lain:

  1. Menurut keluarga korban, peluru yang menembus tubuh Alfi adalah milik polisi. Namun pihak polisi dengan kekehnya menerangkan bahwa kemungkinan besar peluru tersebut adalah milik pelaku pencuri mobil box.
  2. Menurut keluarga korban, Alfi tertembak di bagian perutnya hingga tembus mengenai ususnya dan mengakibatkan pembulu darahnya pecah. Namun beredar di pemberitaan, bahwa korban tertembak di bagian kaki dan ada juga juga yang menuliskan Alfi tertembak di bagian bokong (pantat).
  3. Pihak keluarga korban tidak pernah diberikan hasil laporan medis korban dan bukti pengangkatan peluru yang diambil dari dalam tubuh korban oleh pihak RSUD dr Soewandi, tempat korban dirawat sebelum meninggal.
  4. Pihak polisi dan RSUD dr. Soewandi mengadakan jumpa pers untuk klarifikasi atas penyebab kematian Alfi tanpa mengundang salah satu pihak keluarga korban.
  5. Belum ada pihak yang mengklaim sebagai pemilik peluru yang menembus tubuh korban. Sehingga, hingga saat ini masih belum diketahui peluru tersebut itu milik siapa. Entah milik polisi atau milik pelaku pencuri mobil box?.
  6. Adanya bukti percakapan pasca tertembaknya Alfi, melalui sms tertanggal (26/8/2016) antara Nurlaila, kakak kandung korban dengan oknum anggota Polrestabes Surabaya di nomer ponsel 0812248xxxxx. Dalam percakapan via pesan singkat tersebut, tampak keantusiasan polisi yang seakan mengambarkan sebagai pihak yang bertanggung jawab atas terjadinya penembakan salah sasaran tersebut.

Pesan singkat itu membahas soal rencana pemindahan korban ke ruang rawat inap. Saat itu, Nurlaila mengeluh karena korban oleh pihak rumah sakit dipindahkan ke ruang rawat inap kelas III (ekonomi). Ia meminta pihak polisi untuk memindahkan korban dari ruang inap rawat kelas III ke kelas I (lebih bagus dan mahal).

Dijawab oleh oknum polisi penerima pesan, bahwa pihaknya akan menuruti keinginan Nurlaila soal pemindahan ruang inap korban. Bahkan dalam pesannya, oknum polisi tersebut membubuhi pesan agar pihak keluarga korban menutup rapat-rapat peristiwa ini supaya tidak terdengar kemana-mana, dengan iming-iming janji bakal menanggung semua biaya pengobatan korban. (*)

Be the first to comment

Leave a Reply