Pembunuh PNS Pemkot Surabaya Divonis 7 Tahun

vonis-pembunuhan-pnsSURABAYA, BIDIK.CO.ID – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya yang diketuai Manungku Prasetyo, akhirnya menjatuhkan hukuman tujuh tahun penjara terhadap  Achmad Saifudin alias Agus, terdakwa kasus pembunuhan Karyanto, salah satu Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berdinas di Pemkot Surabaya.

Terdakwa menjalani persidangan dengan santai. Berkali-kali terdakwa terlihat tenang saat mendengar tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Samsu Efendi dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya, Kamis (29/9/2016). “Menuntut terdakwa Achmad Saifudin alias Agus dengan hukuman 13 tahun penjara,” ujar jaksa Samsu.

Usai membacakan tuntutan, hakim Manungku langsung melanjutkan sidang dengan agenda vonis. Dalam amar vonisnya, hakim Manungku menyatakan terdakwa terbukti melanggar pasal 338 KUHP.

“Mengadili, menjatuhkan vonis kepada terdakwa Achmad Saifudin alias Agus dengan hukuman penjara selama 7 tahun penjara,” tegas hakim Manungku.

Usai menjatuhkan vonis tersebut, hakim Manungku memberi waktu selama 7 hari kepada jaksa Samsu dan terdakwa untuk mengambil upaya hukum banding atau tidak. “Kami beri kesempatan selama 7 hari, apakah terdakwa banding atau tidak,” kata hakim Manungku kepada terdakwa.

Usai sidang, jaksa Samsu mengaku masih belum bisa mengambil keputusan apakah dirinya menyatakan banding atau tidak. “Saya lapor dulu ke pimpinan banding atau tidak,” singkatnya.

Terdakwa menghabisi nyawa korbannya yaitu Karyanto, PNS Pemkot Surabaya lantaran rasa cemburu kepada istrinya yaitu Sriani. Berkali-kali tterdakwa memperingatkan agar Sriani tidak berhubungan lagi dengan Karyanto.

Namun peringatan terdakwa ternyata tidak digubris oleh Sriani. Bahkan sepulang kerja, terdakwa tidak menjumpai Sriani di rumah. Kemudian terdakwa mengecek keberadaan Sriani di parkiran motor Pasar Keling, Surabaya. Kecurigaan terdakwa pun akhirnya terbukti. Sriani ternyata memarkirkan sepeda pancal milinya di parkiran pasar tersebut.

Melihat sepeda Sriani di parkiran, terdakwa langsung pulang ke rumah mengambil pisau dapur dan kembali ke parkiran itu sembari menunggu kedatangan Sriani dan Karyanto. Setelah memergoki keduanya bersamaan, terdakwa tanpa banyak bicara langsung menghabisi nyawa Karyanto.

Karyanto yang mengalami luka parah akhirnya melarikan diri dengan sepeda motornya. Sesampai di perempatan Jalan Ambengan, Karyanto akhirnya menabrak sebuah mobil. Hingga akhirnya ditolong oleh beberapa orang dan dibawa ke RS Undaan. Karyono akhirnya tewas akibat tusukan pisau yang dilakukan terdakwa. (eno)

Foto: Dengan langkah santai terdakwa Achmad Saifudin meninggalkan ruang sidang sesaat majelis hakim membacakan amar putusannya. (eno)

Be the first to comment

Leave a Reply