Pemimpin Santun dan Jujur

pro kontra

Oleh Imron Abdullah

Pemimpin Santun dan Jujur. Banyak kriteria untuk menjadi pemimpin pilihan rakyat . Namun demokrasi memilih pemimpin di Indonesia tergolong unik . Pintar dan jujur belum menjadi pilihanya  utama untuk meraih hati rakyat , karena kepintaran dan kejujuran akan terbukti dan teruji disaat menjadi pemimpin .

Namun kesantunan dan kesederhana telah membuktikan akan menjadi pilihan rakya . Sebagai contoh disaat mantan presiden RI keenam, Soesilo Bambang mencalonkan Pilpres tahun .

Pada saat itu dengan partai berlambang Mercy tergolong partai yang baru lahir. Namun entah ” Hokky ” dengan penampilannya yang kalem dan terkesan santun dalam berbicara , sehingga menarik simpatik rakyat , apalagi muncul anggapan , bahwa SBY saat menjadi Menteri Polhukam disaat presiden Megawati , Secara mengagetkan mengundurkan diri .

Mundurnya SBY pada saat itu dianggap sebagai korban kezaliman , karena dianggap sebagai menteri ” Cengeng” . Hal itu tadi semua membuat SBY terpilih menjadi presiden RI . Bahkan untuk masa jabatan yang kedua kalinya terpilih kembali .

Pada Pilpres berikutnya secara mengejukan Walikota Solo yang pada awalnya terkenal dengan program Mobnasnya , Yang pada saat mencalonkan Pilgub Jakarta , secara mengejutkan terpilih  menjadi Gubernur Jakarta , Padahal lawan – lawan yg dihadapi tergolong lawan yang banyak memiliki segala kelebihannya .

Karena dengan modal ” kesantunan dan kesederhanaan ” pada saat Pilgub , akhirnya Jokowi terpilih menjadi gubernur Jakarta dengan lebel ” Blusukannnya” . Modal yang dimiliki pada saat ikut dalam Pilgub Jakarta membuat keberuntungan untuk yang kedua kalinya . Disaat Pilpres tahun 2015 . Jokowi yang dipasangkan dengan Yusuf Kalla secara mengejutkan terpilih menjadi Presiden . Padahal lawan – lawan yang dihadapi tergolong berat . Namun ” kesantunan dan kesederhanaan ” terbukti menjadi pilihan rakyat .

Jadi sepertinya para pemilih dalam berdemokrasi di Indonesia  , bukan mencari persyaratan pemimpin yang ” Muluk- muluk” . Kesantunan, kesederhanaan dan kejujuran , apalagi pernah memiliki pengalaman ” Ddizalimi  ” tentunya akan menjadi pilihan rakyat . Megawati menjadi “poeple Power , karena pernah dizalimi oleh rezim Orde baru selama puluhan tahun. Sudah banyak contoh Capres -capres diera reformasi yang disebut- sebut sebagai pejuang reformasi . Namun kenyataannya hanya menjadi ” Presiden  mimpi ” .

Hal ini semua sebagai bentuk  indikasi , bahwa rakyat indonesia dalam memilih pemimpin bukan dengan gelar serta nama yang sudah cukup dikenal, melainkan hanya dengan”  kesantuan, kesederhanaan serta kejujuran ” akan menjadi pilihan rakyat . Sudah seharus ” politik santun ” dalam berdemokrasi menjadikan moral untuk memimpin bangsa ini . Mengeritik melalui cara dan penyampaian yang santun akan menjadikan pemimpin berbudaya indonesia .

Be the first to comment

Leave a Reply