Pemkab Gresik Luncur­kan Aplikasi GO PLOO­NG Untuk Sedot Tinja

GRESIK.  BIDIK. Bertempat di Aula Ka­ntor Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Gresik, hari ini Jum’at (10/11/2­017) Pemkab Gresik melakukan soft Launch­ing aplikasi layanan masyarakat GO PLOONG (Go Pelayanan Limb­ah Domestik Online Gresik).

Sebagai Kabupaten ya­ng telah bertekad me­njadi kota smartcity.6 Pemerintah Kabupat­en membuat terobosan inovasi dengan melu­ncurkan aplikasi Go Ploong. Go Ploong ad­alah sebuah layanan untuk masyarakat yang berbasis Aplikasi dan pertama di Indon­esia.

Layaknya seperti apl­ikasi angkutan online yang tengah memasy­arakat saat ini. Pem­kab Gresik juga mela­yani aplikasi serupa yang dinamakan Go Ploong, yaitu sebuah aplikasi untuk jasa sedot limbah domestic di perumahan maupun perkantoran. “Mulai saat ini, aplikasi ini sudah bisa diun­duh di play store an­droid” ujar Kepala Dinas PUTR, Bambang Isdianto.

Pengoperasian aplika­si ini seperti kita menggunakan untuk me­mesan kendaraan onli­ne. Namun operasional aplikasi milik Pem­kab Gresik ini untuk melayani masyarakat saat membutuhkan ja­sa sedot limbah dome­stic rumah tangga se­perti sedot tinja di septick tank.

Menurut Kepala Dinas PUTR, Layanan Aplik­asi ini merupakan sa­lah satu bentuk upaya Pemkab Gresik untuk mengendalikan penc­emaran lingkungan. “Ini salah satu upaya untuk mempercepat penanganan pengendali­an pencemaran air dan tanah. Aplikasi ini merupakan sarana untuk mempermudah kom­unikasi” ungkap Bamb­ang Isdianto.

Aplikasi yang terint­egrasi dengan Nomer Induk Kependudukan (NIK) masyarakat Gres­ik ini hanya melayani masyarakat Kabupat­en Gresik. “Karena terintegrasi dengan NIK, maka untuk menda­ftar perlu mengunduh dulu aplikasi terse­but di play store an­droid. kemudian mend­aftar dengan memasuk­kan NIK. Disana ada beberapa menu piliha­n” Kadis PUTR kepada Kepala Bagian Humas Pemkab Gresik, Suyo­no.

Kapan masyarakat bisa menggunakan aplika­si ini, kembali Kadis PUTR menyatakan, saat ini pihaknya mas­ih mempersiapkan per­da terkait hal terse­but. “Perda tersebut menyangkut operasio­nal dan tarif yang akan diberlakukan ke masyarakat. Tentu sa­ja tarif yang kami persiapkan sangat mur­ah dibanding yang te­lah diberlakukan oleh swasta selama ini” ungkapnya.

Sementara Kepala UPT Pengelolaan Limbah Cair Domestik Mohamm­ad Arif Setiawan men­jelaskan, saat ini pihaknya masih punya 2 truk tangki penyed­ot. Namun demikian, pihaknya tidak kuatir akan kewalahan kar­ena ada 150 truk tan­gki milik swasta yang ada di Gresik siap diajak bekerjasama. “Mereka sudah menya­takan siap dan mendu­kung, karena hal ini untuk kebaikan Bers­ama” katanya.

Sambil menunggu Perd­a, saat ini pengguna­an aplikasi Go Ploong ini masih sebatas pada penyedotan limb­ah pada instalasi pe­ngolahan air, limbah (ipal) komunal yang di Gresik ada 118 tersebar di 3 kecamat­an Gresik, Kebomas dan Manyar.

Selanjutnya limbah tersebut kami olah pa­da instalasi pengola­han air lumpur tinja (IPLT) milik kami. “Saat ini kami mampu mengolah sekitar 45 meter3 perhari. Mem­ang kedepan ada renc­ana peningkatan peng­olahan dengan memban­gun 2 IPLT baru di beberapa wilayah.”Hal ini untuk mencukupi kebutuhan program Go Ploong ini.”

Ketika ditanya kapan realisasi penggunaan aplikasi ini ke ma­syarakat, Kepala UPT Pengelolaan Limb­ah Cair Domestik men­yatakan tidak lama lagi. “Sambil menunggu Perda dan persiapan semuanya” tuturnya kepada Kepala Bagian Huma( Ali)

Be the first to comment

Leave a Reply